فَرَجَعُوا إِلَىٰ أَنْفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَ
Maka mereka kembali kepada diri mereka sendiri, lalu berkata, “Sesungguhnya kalianlah orang-orang yang zalim.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَرَجَعُوا إِلَىٰ أَنْفُسِهِمْfa-raja'uu ilaa anfusihimmaka mereka kembali kepada diri mereka sendiri
- فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَfa-qaaluu innakum antumu zh-zhaalimuunalalu berkata, sesungguhnya kalianlah orang-orang yang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-j-', n-f-s, q-w-l, zh-l-m): raja'uu ilaa anfusihim diterjemahkan 'kembali kepada diri mereka (sadar)' (akar r-j-' + akar n-f-s); zhaalimuun diterjemahkan 'zalim'. gloss '(mulai sadar)/(kepada sesama mereka)/(diri sendiri)' dibuang.
Aplikasi
Momen kesadaran sesaat: 'mereka kembali kepada diri mereka sendiri, lalu berkata, Sesungguhnya kalianlah orang-orang yang zalim', jawaban Ibrahim berhasil memicu refleksi internal, meski hanya sesaat, tentang kelemahan mendasar keyakinan mereka. Konkretnya: pertanyaan retoris yang cerdas bisa memicu momen kesadaran diri pada orang lain, mengajak mereka melihat kontradiksi dalam keyakinan mereka sendiri, cara yang lebih efektif daripada konfrontasi langsung.