وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
Kami menjadikan mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk atas perintah Kami, dan Kami mewahyukan kepada mereka perbuatan kebaikan, penegakan salat, dan pemberian zakat, dan mereka hanya kepada Kami menyembah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَاwa-ja'alnaahum a'immatan yahduuna bi-amrinaaKami menjadikan mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk atas perintah Kami
- وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِwa-awhaynaa ilayhim fi'la l-khayraati wa-iqaama sh-shalaati wa-iitaa'a z-zakaatidan Kami mewahyukan kepada mereka perbuatan kebaikan, penegakan salat, dan pemberian zakat
- وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَwa-kaanuu lanaa 'aabidiinadan mereka hanya kepada Kami menyembah
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَجَعَلْنَاهُمْwa-ja'alnaahumdan Kami menjadikan mereka
- أَئِمَّةًa'immatanpara pemimpin
- يَهْدُونَyahduunamereka memberi petunjuk
- بِأَمْرِنَاbi-amrinaadengan perintah Kami
- وَأَوْحَيْنَاwa-awhaynaadan Kami mewahyukan
- إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
- فِعْلَfi'laperbuatan
- الْخَيْرَاتِl-khayraatikebajikan
- وَإِقَامَwa-iqaamadan mendirikan
- الصَّلَاةِsh-shalaatisalat
- وَإِيتَاءَwa-iitaa'adan menunaikan
- الزَّكَاةِz-zakaatizakat
- وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
- لَنَاlanaabagi Kami
- عَابِدِينَ'aabidiinayang menyembah
Inti bacaan
Para pemimpin ini diberi wahyu mencakup tiga elemen: berbuat kebaikan, menegakkan kewajiban terstruktur (salat), dan memberikan zakat, kepemimpinan sejati dipahami sebagai kombinasi tindakan sosial (kebaikan), spiritual (kewajiban terstruktur), dan ekonomi (zakat) secara bersamaan, bukan hanya salah satu dimensi.
Penjelasan pilihan kata
'Salat' dan 'zakat' di sini memakai facet institusional yang sama dengan pasangan formula di 19:31/19:55: kewajiban ganda yang diwahyukan langsung kepada para pemimpin ini.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan peran ganda keturunan Ibrahim, bukan hanya penerima anugerah, melainkan juga pemimpin yang mewariskan kebaikan, salat, dan zakat kepada generasi berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka pemimpin yang memberi petunjuk atas perintah-Nya. Bukan atas kehendak sendiri. Kepemimpinan itu disebut sebagai penugasan, bukan kedudukan.
- Yang Dia wahyukan tiga: perbuatan kebaikan, penegakan salat, pemberian zakat. Praktik, bukan gagasan. Yang diturunkan kepada pemimpin justru hal yang paling sehari-hari.
- Penutupnya menyebut mereka hanya kepada-Nya menyembah. Kata hanya membatasi. Yang memimpin orang banyak disebut sebagai yang paling tak terbagi arahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. Dalam ayat ini, 'salaah' dan 'zakaah' sama-sama bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'.