وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

Dan Nuh, ketika ia berdoa sebelum itu, Kami memperkenankan doanya, dan Kami menyelamatkannya bersama keluarganya dari bencana yang agung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِنْ قَبْلُwa-nuuhan idz naadaa min qabludan Nuh, ketika ia berdoa sebelum itu
  2. فَاسْتَجَبْنَا لَهُfa-stajabnaa lahuKami memperkenankan doanya
  3. فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِfa-najjaynaahu wa-ahlahu mina l-karbi l-'azhiimidan Kami menyelamatkannya bersama keluarganya dari bencana yang agung

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَنُوحًاwa-nuuhandan Nuh
  2. إِذْidzketika
  3. نَادَىٰnaadaamenyeru
  4. مِنْmindari
  5. قَبْلُqablusebelumnya
  6. فَاسْتَجَبْنَاfa-stajabnaamaka Kami memperkenankan
  7. لَهُlahubaginya
  8. فَنَجَّيْنَاهُfa-najjaynaahumaka Kami selamatkan dia
  9. وَأَهْلَهُwa-ahlahudan keluarganya
  10. مِنَminadari
  11. الْكَرْبِl-karbikesusahan
  12. الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung

Inti bacaan

Nuh diselamatkan setelah 'berdoa sebelum itu', respons terhadap doa yang tulus, dengan penekanan bahwa penyelamatan datang setelah usaha memohon secara aktif, bukan menunggu pasif.

Penjelasan pilihan kata

'Agung' (azhiim) memakai akar yang sama dipertahankan konsisten sepanjang teks, kini menggambarkan skala bencana yang dihadapi Nuh.

Tafsiran

Surah ini beralih singkat ke kisah Nuh, dirangkum dalam pola yang sama dengan kisah-kisah lain di bagian ini: seruan, pengabulan, dan penyelamatan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut doanya sebelum penyelamatannya. Ia meminta dahulu. Pertolongannya menyusul.
  • Kata sebelum itu menandai urutan waktu. Doanya lebih dahulu. Bukan sesudah air naik.
  • Kisahnya diringkas Allah menjadi satu ayat. Yang panjang ada di surah lain. Di sini cuma pola dasarnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.