وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dan Ayyub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau yang paling banyak memberi rahmat di antara para pemberi rahmat.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُwa-ayyuuba idz naadaa rabbahudan Ayyub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya
  2. أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّannii massaniya d-durrusesungguhnya aku telah ditimpa penyakit
  3. وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَwa-anta arhamu r-raahimiinadan Engkau yang paling banyak memberi rahmat di antara para pemberi rahmat
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang dari semua yang penyayang”. terjemahan ini:. lema *raahimiin* yang SAMA ia render di 23:109 & 23:118 (rumus *khayr ar-raahimiin* diterjemahkan “sebaik-baik pemberi rahmat”) tapi di 4 ayat rumus *arham*. Dan (*rahmah* = PEMBERIAN) & sejalan dengan verba *rahima* diterjemahkan “merahmati” (26/28 di DB). Di sini Arab punya elatif, superlatif diterjemahkan. Tapi terjemahan lain merender *khayr* (elatif) diterjemahkan (superlatif Indonesia) sementara *arham* (elatif) diterjemahkan (bukan superlatif, cuma penguat kabur). terjemahan lain sendiri membuktikan Indonesia punya alatnya. Idiom menuntut (“sebaik-baik”, “sepandai-pandai”), dan “rahmat” itu, jadi buntu. Dasarnya ditemukan di = “bersifat belas kasihan; bersifat penyayang”, contohnya bahkan., KBBI (n)=“kandungan” & (a)=“belas kasihan”,. Jangkar kerangka kita (*arhaam* = rahim = organ) ternyata, dan penuturnya memakainya tanpa sadar keduanya satu akar. diterjemahkan “serahim-rahim” bertabrakan dengan *arhaam* diterjemahkan “rahim” (kandungan); ia. Konteks memisahkan: 22:5 “dalam …” vs ayat ini “…”. ⚠ Ini membatalkan *rahiim* diterjemahkan “pengasih”: berdiri sendiri, “rahim” terbaca (itulah sebabnya “Sang Rahim” ditolak di basmalah,). Dalam bentuk, pembacaan kandungan, tak ada “sekandungan-kandungan”;. Rujukan:. sebagian penerjemah: 'And Job:1 when2 he called to his Lord: “Adversity has touched me, and Thou art the most merciful of those who show mercy,”' Corpus ayat ini: = LEM:>aroHam ROOT:rHm, pola, superlatif SUNGGUHAN secara tata bahasa; = LEM:r~a`Himiyn, jamak,. *Arham* muncul langsung diikuti *raahimiin* (7:151, 12:64, 12:92, 21:83), rumus baku.

Aplikasi

Doa singkat namun mendalam Ayyub: 'aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau serahim-rahim pemberi rahmat', pengakuan penderitaan yang jujur dipasangkan dengan keyakinan tak tergoyahkan pada kasih sayang yang lebih besar. Konkretnya: mengungkapkan penderitaan secara jujur kepada Tuhan sambil tetap mempertahankan keyakinan pada kasih sayang-Nya (bukan salah satu atau yang lain) adalah model doa yang sehat saat menghadapi kesulitan berat.