وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan Zun Nun, ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka ia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًاwa-dzaa n-nuuni idz dzahaba mughaadhibandan Zun Nun, ketika ia pergi dalam keadaan marah
- فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِfa-zhanna an lan naqdira 'alayhilalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya
- فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَfa-naadaa fii zh-zhulumaati an laa ilaaha illaa anta subhaanakamaka ia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau
- إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَinnii kuntu mina zh-zhaalimiinasesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَذَاwa-dzaadan yang mempunyai
- النُّونِn-nuuniikan
- إِذْidzketika
- ذَهَبَdzahabapergi
- مُغَاضِبًاmughaadhibandalam keadaan marah
- فَظَنَّfa-zhannamaka ia mengira
- أَنْanbahwa
- لَنْlantidak akan
- نَقْدِرَnaqdiraKami menyempitkan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- فَنَادَىٰfa-naadaalalu ia menyeru
- فِيfiidalam
- الظُّلُمَاتِzh-zhulumaatikegelapan
- أَنْanyaitu
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْتَantaEngkau
- سُبْحَانَكَsubhaanakaMahasuci Engkau
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- كُنْتُkuntuaku adalah
- مِنَminadari
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Kejujuran luar biasa Yunus mengakui kesalahannya sendiri: 'aku termasuk orang-orang zalim', pengakuan diri yang tulus di tengah kegelapan yang berlapis-lapis, sebuah model pertobatan yang langsung dan tanpa alasan pembenaran diri. Konkretnya: mengakui kesalahan diri sendiri secara langsung dan jujur (tanpa mencari pembenaran) bahkan di momen paling sulit sekalipun adalah kekuatan karakter yang dicontohkan Yunus, kejujuran terhadap diri sendiri adalah langkah pertama menuju pemulihan.
Penjelasan pilihan kata
'Zun Nun' (pemilik ikan) adalah sebutan yang dipakai teks ini sendiri, bukan nama pribadi: identifikasi sebagai Yunus adalah pembacaan tradisi berdasarkan kisah yang lebih rinci di surah lain, bukan pernyataan langsung ayat ini. 'Menyulitkannya' (naqdira): akar qdr dalam facet menyempitkan/membatasi, berbeda dari facet 'berkuasa' yang dipakai untuk gelar Allah.
Tafsiran
Doa singkat Zun Nun dalam kegelapan ini menjadi salah satu seruan paling ringkas dan padat dalam Al-Qur'an: pengakuan tauhid, penyucian Tuhan, dan pengakuan kesalahan diri, ketiganya dalam satu kalimat pendek di tengah situasi yang paling gelap.
Renungan dan Hikmah
- Doanya berisi tiga kalimat, dan tak satu pun meminta dikeluarkan: tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, aku termasuk orang-orang zalim. Yang diucapkan hanya pengakuan tentang Allah dan pengakuan tentang diri sendiri. Ternyata sebuah doa bisa bekerja tanpa menyebut satu pun yang diinginkan.
- Sebelum kegelapan itu, disebut bahwa ia 'menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya'. Yang mengawali seluruh peristiwa bukan pembangkangan, melainkan sebuah perkiraan diam-diam tentang bagaimana Allah akan bersikap. Perkiraan tentang Allah yang tak pernah diucapkan memang jarang diperiksa, dan justru itu yang paling sering menggerakkan langkah.
- Di tempat yang paling masuk akal untuk mengeluh, tak ada satu kata pun tentang beratnya keadaan. Ia langsung menyebut dirinya termasuk orang-orang zalim. Kejujuran semacam itu biasanya paling sulit dikeluarkan justru ketika seseorang sedang paling menderita, sebab penderitaan selalu terasa seperti sudah cukup jadi pembelaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.