وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Dan Zakaria, ketika ia menyeru Tuhannya, “Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku sendirian, dan Engkau sebaik-baik pewaris.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُwa-zakariyyaa idz naadaa rabbahudan Zakaria, ketika ia menyeru Tuhannya
  2. رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًاrabbi laa tadzarnii fardanTuhanku, janganlah Engkau biarkan aku sendirian
  3. وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَwa-anta khayru l-waaritsiinadan Engkau sebaik-baik pewaris

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَزَكَرِيَّاwa-zakariyyaadan Zakaria
  2. إِذْidzketika
  3. نَادَىٰnaadaamenyeru
  4. رَبَّهُrabbahuTuhannya
  5. رَبِّrabbiTuhan
  6. لَاlaatidak
  7. تَذَرْنِيtadzarniiEngkau membiarkanku
  8. فَرْدًاfardanseorang diri
  9. وَأَنْتَwa-antadan Engkau
  10. خَيْرُkhayrusebaik-baik
  11. الْوَارِثِينَl-waaritsiinapara pewaris

Inti bacaan

Kekhawatiran Zakaria yang jujur: 'janganlah Engkau biarkan aku sendirian', pengakuan kebutuhan akan keberlanjutan dan koneksi, bahkan dari figur yang sudah begitu dekat secara spiritual, menegaskan bahwa kebutuhan akan hubungan bermakna adalah universal.

Penjelasan pilihan kata

Kisah Zakaria di sini diringkas sangat singkat, berbeda dari penuturan panjang di 19:2-15: sebuah pola surah ini yang cenderung merangkum kisah yang sudah diceritakan lebih rinci di tempat lain.

Tafsiran

Doa singkat ini menangkap inti kekhawatiran Zakaria yang sudah diceritakan lebih detail di Surah Maryam: kesendirian tanpa keturunan, kini dirangkum dalam satu kalimat padat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Zakaria meminta jangan dibiarkan sendirian. Bukan meminta anak. Yang diucapkan kekhawatirannya, bukan barang yang diinginkannya.
  • Penutup doanya menyebut Engkau sebaik-baik pewaris. Sesudah takut tak berketurunan. Yang cemas kehilangan penerus menyerahkan warisannya kepada Yang tak pernah kehilangan.
  • Allah meringkas kisah yang panjang di surah lain jadi satu ayat. Padat. Yang diambil bukan peristiwanya, melainkan kalimat doanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-d-w, r-b-b, w-dz-r, f-r-d, kh-y-r, w-r-ts): naadaa diterjemahkan 'menyeru' (akar n-d-w); laa tadharnii fardan diterjemahkan 'jangan biarkan aku sendirian' (akar w-dz-r + akar f-r-d); khayr al-waarithiin diterjemahkan 'sebaik-baik pewaris' (akar w-r-ts). gloss '(Ingatlah)/(hidup)/(tanpa keturunan)' + footnote dibuang.