وَحَرَامٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

Dan mustahil bagi suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa mereka akan kembali,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَحَرَامٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَاwa-haraamun 'alaa qaryatin ahlaknaahaadan mustahil bagi suatu negeri yang telah Kami binasakan
  2. أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَannahum laa yarji'uunabahwa mereka akan kembali

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَحَرَامٌwa-haraamundan haram
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  4. أَهْلَكْنَاهَاahlaknaahaaKami membinasakannya
  5. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  6. لَاlaatidak
  7. يَرْجِعُونَyarji'uunakembali

Inti bacaan

Prinsip yang tegas: negeri yang telah dibinasakan 'tidak akan kembali', kepastian bahwa konsekuensi dari kehancuran akibat pelanggaran mendasar bersifat final, bukan siklus yang bisa diulang tanpa akhir.

Penjelasan pilihan kata

'Mustahil' (haraam) di sini bermakna ketakmungkinan, bukan larangan hukum: sebuah facet berbeda dari makna 'terlarang' yang lebih umum dipakai untuk akar ini di tempat lain.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian baru tentang ketakterelakkan kebinasaan: sekali suatu negeri dibinasakan, kembalinya mereka menjadi sesuatu yang mustahil, sebuah pengantar bagi gambaran akhir zaman yang menyusul.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata yang biasa berarti terlarang untuk menyatakan mustahil. Bukan larangan hukum. Kata yang sama membawa arti yang berbeda di sini.
  • Yang tak kembali negerinya, bukan orangnya. Satuan yang disebut. Yang binasa dihitung sebagai kesatuan, bukan sebagai kumpulan orang.
  • Allah menaruhnya sebagai pembuka bagian tentang akhir zaman. Sesudah kisah para nabi. Yang tak bisa diulang dijadikan pintu menuju yang tak bisa dihindari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-r-m, q-r-y, h-l-k, r-j-'): haraam diterjemahkan 'mustahil (terlarang)' (akar h-r-m, di sini makna 'ketakmungkinan'); ahlaknaahaa diterjemahkan 'membinasakannya' (akar h-l-k); laa yarji'uun diterjemahkan 'tidak kembali' (akar r-j-'). gloss '(penduduk)/(ke dunia)' + footnote dibuang.