وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ

Dan janji yang benar telah makin dekat, tiba-tiba mata orang-orang yang kufur terbelalak, “Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang zalim.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّwa-qtaraba l-wa'du l-haqqudan janji yang benar telah makin dekat
  2. فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُواfa-idzaa hiya shaakhisatun absaaru lladziina kafaruutiba-tiba mata orang-orang yang kufur terbelalak
  3. يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَاyaa waylanaa qad kunnaa fii ghaflatin min haadzaaalangkah celakanya kami, kami benar-benar lengah tentang ini
  4. بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَbal kunnaa zhaalimiinabahkan kami adalah orang-orang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. sebagian penerjemah: 'And drawn nigh1 has the true2 promise;3 and then the eyes of those who ignore warning4 will stare:5 “Woe is us! We had been in heedlessness of this. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Kesadaran yang datang terlambat: 'Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang zalim', pengakuan jujur atas kelalaian sendiri muncul justru pada momen ketika kesempatan bertindak sudah berlalu, sebuah peringatan tentang pentingnya kesadaran yang tepat waktu, bukan setelah terlambat.