وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ

Dan janji yang benar telah makin dekat, tiba-tiba mata orang-orang yang kufur terbelalak, “Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang zalim.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّwa-qtaraba l-wa'du l-haqqudan janji yang benar telah makin dekat
  2. فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُواfa-idzaa hiya shaakhisatun abshaaru lladziina kafaruutiba-tiba mata orang-orang yang kufur terbelalak
  3. يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَاyaa waylanaa qad kunnaa fii ghaflatin min haadzaaalangkah celakanya kami, kami benar-benar lengah tentang ini
  4. بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَbal kunnaa zhaalimiinabahkan kami adalah orang-orang zalim

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. وَاقْتَرَبَwa-qtarabadan telah dekat
  2. الْوَعْدُl-wa'dujanji
  3. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  4. فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
  5. هِيَhiyaia
  6. شَاخِصَةٌshaakhisatunterbelalak
  7. أَبْصَارُabshaarupenglihatan
  8. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  9. كَفَرُواkafaruukufur
  10. يَاyaawahai
  11. وَيْلَنَاwaylanaacelakalah kami
  12. قَدْqadsungguh
  13. كُنَّاkunnaakami adalah
  14. فِيfiidalam
  15. غَفْلَةٍghaflatinkelalaian
  16. مِنْmindari
  17. هَٰذَاhaadzaaini
  18. بَلْbalbahkan
  19. كُنَّاkunnaakami adalah
  20. ظَالِمِينَzhaalimiinaorang-orang yang zalim

Inti bacaan

Kesadaran yang datang terlambat: 'Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang zalim', pengakuan jujur atas kelalaian sendiri muncul justru pada momen ketika kesempatan bertindak sudah berlalu, sebuah peringatan tentang pentingnya kesadaran yang tepat waktu, bukan setelah terlambat.

Penjelasan pilihan kata

'Janji yang benar': teks tidak menjelaskan lebih rinci apa yang dimaksud selain konteksnya sebagai peristiwa yang sangat dinantikan, berkaitan dengan gambaran Hari Kiamat yang mendominasi bagian ini.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan momen keterkejutan mendadak: mata yang terbelalak menandai kesadaran instan yang datang terlambat, mengulang pola pengakuan yang sudah muncul berkali-kali di surah ini (21:14, 21:46).

Renungan dan Hikmah

  • Allah menggambarkan mata orang-orang yang kufur terbelalak. Bukan kata-kata mereka lebih dahulu. Yang pertama terlihat bukan penyesalan yang diucapkan, melainkan wajah yang berubah.
  • Allah merekam mereka berkata kami lengah, lalu menambahkan bahkan kami orang-orang zalim. Pengakuannya diperberat sendiri. Kelalaian yang ditelusuri ke dalam ternyata berujung pada sesuatu yang lebih dari kelalaian.
  • Allah membuka dengan menyebut janji yang benar telah makin dekat. Kata tiba-tiba menyusul sesudahnya. Yang mendekat perlahan tetap terasa mendadak bagi yang tidak menghitungnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.