لَوْ كَانَ هَٰؤُلَاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا ۖ وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ
Sekiranya mereka itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya; dan semuanya kekal di dalamnya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَوْ كَانَ هَٰؤُلَاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَاlaw kaana haa'ulaa'i aalihatan maa waraduuhaasekiranya mereka itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya
- وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَwa-kullun fiihaa khaaliduunadan semuanya kekal di dalamnya
Terjemahan per kata (9 kata)
- لَوْlawsekiranya
- كَانَkaanaadalah
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
- مَاmaatidaklah
- وَرَدُوهَاwaraduuhaamereka memasukinya
- وَكُلٌّwa-kullundan masing-masing
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- خَالِدُونَkhaaliduunakekal
Inti bacaan
Argumen logis yang tajam: 'Sekiranya mereka itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya', uji sederhana terhadap klaim keilahian: entitas sejati semestinya tidak mengalami nasib yang sama dengan penyembahnya yang gagal.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memuat argumen logis singkat: jika benar-benar tuhan, seharusnya tidak ikut masuk neraka; keikutsertaan mereka sendiri membuktikan mereka bukan tuhan sejati.
Tafsiran
Argumen ini melengkapi kritik terhadap berhala dengan bukti empiris yang akan terjadi: nasib berhala itu sendiri di akhirat menjadi bukti final atas ketakberdayaan yang selama ini disangkal para penyembahnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai ujian yang sederhana: kalau tuhan, tentu tak ikut masuk. Satu kalimat. Klaim yang besar diuji dengan hal yang paling mudah diperiksa.
- Yang menjadi bukti nasib mereka sendiri. Bukan keterangan. Pembuktiannya berupa apa yang terjadi, bukan apa yang dikatakan.
- Allah menyebut semuanya kekal di dalamnya. Penyembah dan yang disembah. Keduanya berakhir di tempat yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, a-l-h, w-r-d, k-l-l, kh-l-d): aalihah diterjemahkan 'tuhan' (jamak ilaah); waraduuhaa diterjemahkan 'memasukinya' (akar w-r-d); khaaliduun diterjemahkan 'kekal' (akar kh-l-d), jika benar tuhan, tak akan masuk neraka (bantahan rasional). gloss '(berhala-berhala)/(neraka)' dibuang.