لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ

Mereka merintih di dalamnya, dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌlahum fiihaa zafiirunmereka merintih di dalamnya
  2. وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَwa-hum fiihaa laa yasma'uunadan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. لَهُمْlahumbagi mereka
  2. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  3. زَفِيرٌzafiirunsuara mengerang
  4. وَهُمْwa-humdan mereka
  5. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  6. لَاlaatidak
  7. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar

Inti bacaan

Gambaran konsekuensi yang mengerikan: 'merintih dan menjerit. tidak dapat mendengar apa pun', isolasi sensorik total sebagai bagian dari penderitaan, ketidakmampuan bahkan mendengar rintihan sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Tidak dapat mendengar': teks tidak merinci lebih jauh apa yang tidak mereka dengar; kondisi ini dibiarkan terbuka sebagai gambaran keterasingan total di dalam Jahanam.

Tafsiran

Ayat penutup bagian ini menggambarkan kondisi akhir yang sunyi dari pendengaran meski dipenuhi rintihan: sebuah keterasingan ganda, terputus dari suara sekitar meski diri sendiri terus merintih.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka merintih, dan tak dapat mendengar. Dua-duanya. Suara keluar, dan tak ada yang masuk.
  • Apa yang tak mereka dengar tak disebutkan. Dibiarkan terbuka. Kekosongan itu sendiri bagian dari gambarannya.
  • Allah menggambarkan keterasingan di tempat yang penuh. Bersama banyak orang. Yang menyiksa bukan sepinya, melainkan tak nyambungnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.