Ayat 21:101

إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَىٰ أُولَٰئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang telah ada ketetapan yang baik dari Kami untuk mereka, mereka itu dijauhkan darinya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَىٰinna lladziina sabaqat lahum minnaa l-husnaasesungguhnya orang-orang yang telah ada ketetapan yang baik dari Kami untuk mereka
  2. أُولَٰئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَulaa'ika 'anhaa mub'aduunamereka itu dijauhkan darinya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. سَبَقَتْsabaqattelah mendahului
  4. لَهُمْlahumbagi mereka
  5. مِنَّاminnaadari Kami
  6. الْحُسْنَىٰl-husnaayang terbaik
  7. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  8. عَنْهَا'anhaadarinya
  9. مُبْعَدُونَmub'aduunaorang-orang yang dijauhkan

Inti bacaan

Kontras positif: 'orang-orang yang telah ada ketetapan yang baik dari Kami. dijauhkan darinya', perlindungan yang sudah ditetapkan sebelumnya bagi yang layak, menunjukkan bahwa hasil akhir terkait dengan pola hidup yang sudah dijalani.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini melanjutkan langsung dari gambaran Jahanam di ayat-ayat sebelumnya: 'darinya' merujuk pada Jahanam yang baru digambarkan, kini dikontraskan dengan nasib mereka yang dijauhkan darinya.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian baru yang mengalihkan fokus dari nasib buruk penyembah berhala ke nasib baik mereka yang telah ditetapkan kebaikan: sebuah pembalikan tema setelah gambaran Jahanam yang panjang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka yang telah ada ketetapan baik dari-Nya. Sudah ditetapkan lebih dahulu. Yang menjauhkan mereka bukan keputusan hari itu.
  • Kata yang dipakai dijauhkan. Bukan diselamatkan dari dalam. Yang dijaga jaraknya, dan mereka tak sampai mendekat.
  • Allah menaruh ayat ini sesudah menyebut yang disembah selain-Nya menjadi bahan bakar. Sebagai kekecualian. Yang pernah disembah orang tanpa kehendaknya tak masuk dalam hitungan itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-b-q, h-s-n, b-'-d): sabaqat diterjemahkan 'telah mendahului (ada)' (akar s-b-q); al-husnaa diterjemahkan 'yang terbaik'; mub'aduun diterjemahkan 'dijauhkan' (akar b-'-d). gloss '(ketetapan)/(dari neraka)' dibuang.

Ayat 21:102

لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ

Mereka tidak mendengar bunyi desisnya, dan mereka kekal dalam apa yang diinginkan diri mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَاlaa yasma'uuna hasiisahaamereka tidak mendengar bunyi desisnya
  2. وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَwa-hum fii maa sytahat anfusuhum khaaliduunadan mereka kekal dalam apa yang diinginkan diri mereka

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar
  3. حَسِيسَهَاhasiisahaadesisnya
  4. وَهُمْwa-humdan mereka
  5. فِيfiidalam
  6. مَاmaaapa yang
  7. اشْتَهَتْsytahatdiinginkan
  8. أَنْفُسُهُمْanfusuhumdiri mereka
  9. خَالِدُونَkhaaliduunakekal

Inti bacaan

Kenikmatan sempurna digambarkan: 'tidak mendengar bunyi desis. kekal dalam menikmati semua yang mereka inginkan', kondisi ideal yang bebas dari gangguan sekecil apa pun, kontras total dengan penderitaan yang digambarkan sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

'Bunyi desisnya' merujuk pada Jahanam: kontras total antara ketidakmendengaran atas suara neraka dan kekekalan penuh dalam apa yang mereka inginkan.

Tafsiran

Ayat ini merinci nasib baik yang disebutkan sebelumnya, bukan hanya dijauhkan dari Jahanam secara fisik, melainkan bahkan tidak mendengar suaranya sama sekali, sebuah pemisahan total.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka tak mendengar bunyi desisnya. Bukan cuma dijauhkan. Pemisahannya sampai ke telinga.
  • Yang mereka tempati apa yang diinginkan diri mereka. Bukan yang disediakan. Yang diberikan disesuaikan dengan yang mereka mau.
  • Allah menyandingkan ketiadaan suara dengan kehadiran keinginan. Dua-duanya. Yang menyiksa dihapus, yang menyenangkan diberikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.

Ayat 21:103

لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Kejutan yang terbesar tidak membuat mereka sedih, dan para malaikat menyambut mereka, “Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُlaa yahzunuhumu l-faza'u l-akbarukejutan yang terbesar tidak membuat mereka sedih
  2. وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُwa-tatalaqqaahumu l-malaa'ikatudan para malaikat menyambut mereka
  3. هَٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَhaadzaa yawmukumu lladzii kuntum tuu'aduunainilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. يَحْزُنُهُمُyahzunuhumumenyedihkan mereka
  3. الْفَزَعُl-faza'uketakutan
  4. الْأَكْبَرُl-akbaruyang terbesar
  5. وَتَتَلَقَّاهُمُwa-tatalaqqaahumudan menyambut mereka
  6. الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
  7. هَٰذَاhaadzaaini
  8. يَوْمُكُمُyawmukumuhari kalian
  9. الَّذِيlladziiyang
  10. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  11. تُوعَدُونَtuu'aduunadijanjikan kepada kalian

Inti bacaan

Ketenangan luar biasa: 'kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka sedih' disertai sambutan hangat malaikat: 'Inilah hari kalian yang telah dijanjikan', momen yang menakutkan bagi kebanyakan orang justru menjadi momen kelegaan dan penyambutan bagi mereka yang telah mempersiapkan diri dengan baik.

Penjelasan pilihan kata

'Terbesar' (al-akbar) di sini menjadi kata sifat yang menggambarkan tingkat kejutan itu sendiri, bukan gelar ketuhanan: pemakaian deskriptif biasa dari akar yang sama dengan 'Sang Besar'.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan ketenangan mereka bahkan di tengah kejutan terbesar Hari Kiamat: sebuah kondisi batin yang tenang, diperkuat dengan sambutan langsung dari para malaikat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kejutan yang terbesar tidak membuat mereka sedih. Yang paling menakutkan bagi orang lain. Peristiwa yang sama dirasakan berbeda oleh dua pihak.
  • Yang Allah kirim menemui mereka para malaikat yang menyambut. Bukan yang menggiring. Cara penyambutan itu sendiri sudah mengabarkan hasilnya.
  • Ucapan yang direkam: inilah hari kalian yang telah dijanjikan. Disebut hari milik mereka. Yang ditakuti banyak orang disebut sebagai kepunyaan mereka yang menunggunya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.