لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ

Mereka tidak mendengar bunyi desisnya, dan mereka kekal dalam apa yang diinginkan diri mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَاlaa yasma'uuna hasiisahaamereka tidak mendengar bunyi desisnya
  2. وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَwa-hum fii maa sytahat anfusuhum khaaliduunadan mereka kekal dalam apa yang diinginkan diri mereka

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar
  3. حَسِيسَهَاhasiisahaadesisnya
  4. وَهُمْwa-humdan mereka
  5. فِيfiidalam
  6. مَاmaaapa yang
  7. اشْتَهَتْsytahatdiinginkan
  8. أَنْفُسُهُمْanfusuhumdiri mereka
  9. خَالِدُونَkhaaliduunakekal

Inti bacaan

Kenikmatan sempurna digambarkan: 'tidak mendengar bunyi desis. kekal dalam menikmati semua yang mereka inginkan', kondisi ideal yang bebas dari gangguan sekecil apa pun, kontras total dengan penderitaan yang digambarkan sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

'Bunyi desisnya' merujuk pada Jahanam: kontras total antara ketidakmendengaran atas suara neraka dan kekekalan penuh dalam apa yang mereka inginkan.

Tafsiran

Ayat ini merinci nasib baik yang disebutkan sebelumnya, bukan hanya dijauhkan dari Jahanam secara fisik, melainkan bahkan tidak mendengar suaranya sama sekali, sebuah pemisahan total.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka tak mendengar bunyi desisnya. Bukan cuma dijauhkan. Pemisahannya sampai ke telinga.
  • Yang mereka tempati apa yang diinginkan diri mereka. Bukan yang disediakan. Yang diberikan disesuaikan dengan yang mereka mau.
  • Allah menyandingkan ketiadaan suara dengan kehadiran keinginan. Dua-duanya. Yang menyiksa dihapus, yang menyenangkan diberikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.