لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ
Mereka tidak mendengar bunyi desisnya, dan mereka kekal dalam apa yang diinginkan diri mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَاlaa yasma'uuna hasiisahaamereka tidak mendengar bunyi desisnya
- وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَwa-hum fii maa shtahat anfusuhum khaaliduunadan mereka kekal dalam apa yang diinginkan diri mereka
Aplikasi
Kenikmatan sempurna digambarkan: 'tidak mendengar bunyi desis... kekal dalam menikmati semua yang mereka inginkan', kondisi ideal yang bebas dari gangguan sekecil apa pun, kontras total dengan penderitaan yang digambarkan sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.