وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

Dan sungguh Kami telah tuliskan dalam Zabur setelah peringatan itu, bahwa bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِwa-laqad katabnaa fii z-zabuuri min ba'di dz-dzikridan sungguh Kami telah tuliskan dalam Zabur setelah peringatan itu
  2. أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَanna l-arda yaritsuhaa ibaadiya s-saalihuunabahwa bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh
Aplikasi

Janji penting tercatat sejak lama: 'bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh', kepemilikan akhir bumi dijanjikan bukan kepada yang kuat secara sewenang-wenang, melainkan kepada yang konsisten menjaga integritas karakternya. Konkretnya: keyakinan bahwa hasil akhir jangka panjang berpihak pada konsistensi karakter yang saleh (bukan kekuatan sewenang-wenang) memberi motivasi bertahan pada jalan yang benar meski tampak kalah secara sementara.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-t-b, z-b-r, b-'-d, dz-k-r, a-r-d, w-r-ts, '-b-d, s-l-h): katabnaa fii z-zabuur diterjemahkan 'menuliskan dalam Zabur' (akar k-t-b); adh-dhikr diterjemahkan 'adz-Dzikr' (akar dz-k-r; terjemahan lain '(Lauhulmahfuz)', dibuang); yarithuhaa ibaadiya s-saalihuun diterjemahkan 'diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh' (akar w-r-ts + akar '-b-d + akar s-l-h). gloss '(Lauhulmahfuz)' + footnote dibuang.