بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْyaa ayyuhaa n-naasu ttaquu rabbakumwahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian
- إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌinna zalzalata s-saa'ati syay'un 'azhiimunsesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang agung
Terjemahan per kata (10 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّاسُn-naasumanusia
- اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
- رَبَّكُمْrabbakumTuhan kalian
- إِنَّinnasesungguhnya
- زَلْزَلَةَzalzalataguncangan
- السَّاعَةِs-saa'atihari Kiamat
- شَيْءٌsyay'unsesuatu
- عَظِيمٌ'azhiimunyang agung
Inti bacaan
Seruan universal: 'Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian' karena 'guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang agung', skala peristiwa akhir digambarkan cukup besar untuk memicu kesadaran mendasar bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
Penjelasan pilihan kata
'Agung' (azhiim) memakai akar yang sama dipertahankan konsisten tanpa 'Maha' untuk bentuk tak-takrif, sesuai konvensi seluruh teks.
Tafsiran
Surah ini dibuka dengan seruan langsung dan peringatan tegas tentang skala guncangan Hari Kiamat, mempersiapkan gambaran dramatis yang akan segera menyusul di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah membuka surah dengan menyapa seluruh manusia. Bukan orang beriman. Peringatannya diletakkan terbuka bagi siapa pun.
- Yang disebut guncangan hari Kiamat, dan ia disebut agung. Bukan mengerikan. Kata yang dipakai tentang besarnya, bukan tentang takutnya.
- Allah menyebut perintah bertakwa lebih dahulu, alasannya menyusul. Berurutan. Yang diminta disebut sebelum apa yang membuatnya perlu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.