كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَنْ تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ
Telah ditetapkan atasnya bahwa siapa yang menjadikannya wali, maka ia akan menyesatkannya dan menuntunnya ke azab yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- كُتِبَ عَلَيْهِkutiba alayhitelah ditetapkan atasnya
- أَنَّهُ مَنْ تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُannahu man tawallaahu fa-annahu yudilluhubahwa siapa yang menjadikannya wali, maka ia akan menyesatkannya
- وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِwa-yahdiihi ilaa adzaabi s-sa'iiridan menuntunnya ke azab yang menyala-nyala
Aplikasi
Konsekuensi mengikuti pengaruh destruktif tersebut: 'ditetapkan... akan menyesatkannya dan menuntunnya ke azab yang menyala-nyala', pola sebab-akibat yang jelas antara memilih sumber pengaruh yang salah dan hasil akhir yang merugikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-t-b, w-l-y, d-l-l, h-d-y, '-dz-b, s-'-r): kutiba diterjemahkan 'ditetapkan (dituliskan)' (akar k-t-b); tawallaahu diterjemahkan 'menjadikannya wali (berteman)' (akar w-l-y); yudilluhu diterjemahkan 'menyesatkannya' (akar d-l-l); yahdiihi diterjemahkan 'menuntunnya' (akar h-d-y HDY, inversi gelap hidaayah: setan 'menuntun' ke neraka); sa'iir diterjemahkan 'yang menyala'. gloss '(setan)/(neraka)' dibuang.