وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah di tepi; jika kebaikan menimpanya, ia tenang dengannya, tetapi jika cobaan menimpanya, ia berbalik atas wajahnya; ia merugi di dunia dan akhirat; itulah kerugian yang nyata.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍwa-mina n-naasi man ya'budu llaaha alaa harfindan di antara manusia ada yang menyembah Allah di tepi
- فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِfa-in asaabahu khayrun itma'anna bihijika kebaikan menimpanya, ia tenang dengannya
- وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِwa-in asaabatsu fitnatun inqalaba alaa wajhihitetapi jika cobaan menimpanya, ia berbalik atas wajahnya
- خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَkhasira d-dunyaa wa-l-aakhirataia merugi di dunia dan akhirat
- ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُdzaalika huwa l-khusraanu l-mubiinuitulah kerugian yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar n-w-s, '-b-d, a-l-h, h-r-f, s-w-b, kh-y-r, t-m-n, f-t-n, q-l-b, w-j-h, kh-s-r, d-n-w, a-kh-r, b-y-n): ya'budu llaaha alaa harf diterjemahkan 'menyembah Allah di tepi' (akar '-b-d + akar h-r-f, ibadah bersyarat/marginal); itma'anna diterjemahkan 'tenang' (akar t-m-n); fitnah diterjemahkan 'cobaan' (akar f-t-n); inqalaba alaa wajhihi diterjemahkan 'berbalik atas wajahnya' (akar q-l-b + akar w-j-h, wajh harfiah); khasira diterjemahkan 'merugi' (akar kh-s-r). Pasangkan 22:12 (yad'uu, da'aa), orang yang SAMA. gloss '(tidak dengan penuh keyakinan)/(kembali kufur)' dibuang.
Aplikasi
Kritik tajam terhadap devosi kondisional: 'menyembah Allah di tepi; jika kebaikan menimpanya ia tenang, tetapi jika cobaan menimpanya ia berbalik', keimanan yang hanya bertahan saat nyaman menyingkap kerapuhan mendasar, berujung pada 'kerugian di dunia dan akhirat'. Konkretnya: menguji apakah komitmen spiritual atau nilai-nilai pribadi tetap konsisten baik saat keadaan baik maupun sulit (bukan hanya bertahan ketika semuanya lancar) adalah cara jujur mengevaluasi kedalaman komitmen tersebut.