وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah di tepi; jika kebaikan menimpanya, ia tenang dengannya, tetapi jika cobaan menimpanya, ia berbalik atas wajahnya; ia merugi di dunia dan akhirat; itulah kerugian yang nyata.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍwa-mina n-naasi man ya'budu llaaha 'alaa harfindan di antara manusia ada yang menyembah Allah di tepi
- فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِfa-in ashaabahu khayrun ithma'anna bihijika kebaikan menimpanya, ia tenang dengannya
- وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِwa-in asaabatsu fitnatun inqalaba 'alaa wajhihitetapi jika cobaan menimpanya, ia berbalik atas wajahnya
- خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَkhasira d-dunyaa wa-l-aakhirataia merugi di dunia dan akhirat
- ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُdzaalika huwa l-khusraanu l-mubiinuitulah kerugian yang nyata
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- النَّاسِn-naasimanusia
- مَنْmanorang yang
- يَعْبُدُya'budumenyembah
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلَىٰ'alaaatas
- حَرْفٍharfinpinggiran
- فَإِنْfa-inmaka jika
- أَصَابَهُashaabahumenimpanya
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- اطْمَأَنَّithma'annamerasa tenteram
- بِهِbihidengannya
- وَإِنْwa-indan jika
- أَصَابَتْهُasaabatsumenimpanya
- فِتْنَةٌfitnatunfitnah
- انْقَلَبَinqalabakembali
- عَلَىٰ'alaaatas
- وَجْهِهِwajhihiwajah-Nya
- خَسِرَkhasiramerugi
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَالْآخِرَةَwa-l-aakhiratadan akhirat
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- هُوَhuwaitulah
- الْخُسْرَانُl-khusraanukerugian
- الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas
Inti bacaan
Kritik tajam terhadap devosi kondisional: 'menyembah Allah di tepi; jika kebaikan menimpanya ia tenang, tetapi jika cobaan menimpanya ia berbalik', keimanan yang hanya bertahan saat nyaman menyingkap kerapuhan mendasar, berujung pada 'kerugian di dunia dan akhirat'. Konkretnya: menguji apakah komitmen spiritual atau nilai-nilai pribadi tetap konsisten baik saat keadaan baik maupun sulit (bukan hanya bertahan ketika semuanya lancar) adalah cara jujur mengevaluasi kedalaman komitmen tersebut.
Penjelasan pilihan kata
'Di tepi' (alaa harf) menggambarkan ibadah yang bersyarat dan tidak sepenuh hati: seperti berdiri di ujung/pinggir, siap berbalik jika keadaan tidak menguntungkan, bukan berpijak kokoh di tengah keyakinan.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan jenis keberagamaan transaksional: bertahan hanya selama menguntungkan, ditinggalkan begitu diuji. Sosok yang sama ini akan dibahas lebih jauh di ayat berikutnya dengan pergeseran kata kerja yang signifikan.
Renungan dan Hikmah
- Ibadah yang digambarkan di sini bukan ketiadaan ibadah sama sekali, melainkan ibadah bersyarat, dijalankan selama menguntungkan, ditinggalkan begitu diuji, sebuah bentuk keberagamaan yang secara halus berbeda dari penolakan terang-terangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-w-s, '-b-d, a-l-h, h-r-f, s-w-b, kh-y-r, t-m-n, f-t-n, q-l-b, w-j-h, kh-s-r, d-n-w, a-kh-r, b-y-n): ya'budu llaaha alaa harf diterjemahkan 'menyembah Allah di tepi' (akar '-b-d + akar h-r-f, ibadah bersyarat/marginal); itma'anna diterjemahkan 'tenang' (akar t-m-n); fitnah diterjemahkan 'cobaan' (akar f-t-n); inqalaba alaa wajhihi diterjemahkan 'berbalik atas wajahnya' (akar q-l-b + akar w-j-h, wajh harfiah); khasira diterjemahkan 'merugi' (akar kh-s-r). Pasangkan 22:12 (yad'uu, da'aa), orang yang SAMA. gloss '(tidak dengan penuh keyakinan)/(kembali kufur)' dibuang.