أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Tidakkah engkau mengetahui bahwa bersujud kepada Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi, juga matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, hewan melata, dan kebanyakan manusia? Tetapi banyak yang pantas mendapatkan azab. Siapa yang dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِa-lam tara anna llaaha yasjudu lahu man fii s-samaawaati wa-man fii l-ardhitidakkah engkau mengetahui bahwa bersujud kepada Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi
  2. وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِwa-sy-syamsu wa-l-qamaru wa-n-nujuumu wa-l-jibaalu wa-sy-syajaru wa-d-dawaabbu wa-katsiirun mina n-naasijuga matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, hewan melata, dan kebanyakan manusia
  3. وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُwa-katsiirun haqqa 'alayhi l-'adzaabutetapi banyak yang pantas mendapatkan azab
  4. وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍwa-man yuhini llaahu fa-maa lahu min mukriminsiapa yang dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya
  5. إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُinna llaaha yaf'alu maa yasyaa'usesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki

Terjemahan per kata (37 kata)

  1. أَلَمْa-lamtidakkah
  2. تَرَtaraengkau memperhatikan
  3. أَنَّannabahwa
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. يَسْجُدُyasjudubersujud
  6. لَهُlahubaginya
  7. مَنْmanorang yang
  8. فِيfiidi
  9. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  10. وَمَنْwa-mandan orang yang
  11. فِيfiidi
  12. الْأَرْضِl-ardhibumi
  13. وَالشَّمْسُwa-sy-syamsudan matahari
  14. وَالْقَمَرُwa-l-qamarudan bulan
  15. وَالنُّجُومُwa-n-nujuumudan bintang-bintang
  16. وَالْجِبَالُwa-l-jibaaludan gunung-gunung
  17. وَالشَّجَرُwa-sy-syajarudan pepohonan
  18. وَالدَّوَابُّwa-d-dawaabbudan binatang melata
  19. وَكَثِيرٌwa-katsiirundan banyak
  20. مِنَminadari
  21. النَّاسِn-naasimanusia
  22. وَكَثِيرٌwa-katsiirundan banyak
  23. حَقَّhaqqabenar
  24. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  25. الْعَذَابُl-'adzaabuazab
  26. وَمَنْwa-mandan orang yang
  27. يُهِنِyuhinimenghinakan
  28. اللَّهُllaahuAllah
  29. فَمَاfa-maamaka tidak ada
  30. لَهُlahubaginya
  31. مِنْmindari
  32. مُكْرِمٍmukriminyang memuliakan
  33. إِنَّinnasesungguhnya
  34. اللَّهَllaahaAllah
  35. يَفْعَلُyaf'alumelakukan
  36. مَاmaaapa yang
  37. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki

Inti bacaan

Gambaran kosmis ketundukan universal: langit, bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, hewan, dan banyak manusia semuanya 'bersujud kepada Allah', partisipasi dalam pola ketundukan alam semesta yang luas, mengundang refleksi tentang posisi manusia di dalamnya.

Penjelasan pilihan kata

'Bersujud' (yasjudu) memakai akar sjd yang sama dipertahankan konsisten tanpa pengecualian, kini diperluas ke cakupan yang sangat luas: makhluk langit-bumi, benda langit, unsur alam, hingga sebagian besar manusia, perluasan yang sejalan dengan penerapan metaforis serupa pada bayang-bayang di 16:48.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan sujud kosmik yang mencakup hampir seluruh ciptaan, sebuah ketundukan universal yang justru menonjolkan pengecualian: sebagian manusia yang memilih untuk tidak tunduk, dan karenanya pantas mendapatkan konsekuensi yang berbeda dari keteraturan alam semesta.

Renungan dan Hikmah

  • Daftar yang disebut Allah panjang: matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, hewan melata. Manusia disebut paling akhir, dan hanya kebanyakan. Satu-satunya yang tidak disebut seluruhnya justru satu-satunya yang bisa memilih.
  • Sesudah daftar sepanjang itu, yang tidak ikut tetap disebut banyak. Jumlahnya tidak dikecilkan. Menjadi berbeda dari seluruh alam ternyata bukan keadaan yang langka; ia keadaan yang ditempuh banyak orang sekaligus.
  • Allah menyebut siapa yang Dia hinakan, tak seorang pun akan memuliakannya. Kalimat itu menutup pintu banding. Dan ia diletakkan persis sesudah gambaran seluruh alam yang tunduk, sehingga terbaca sebagai keterangan tentang siapa yang memegang penilaian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga krm pemakaian diteruskan (mulia/memuliakan/dimuliakan, terjemahan lain konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.