ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ
Demikianlah, dan siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah, lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Semua hewan ternak telah dihalalkan bagi kalian, kecuali yang diterangkan kepada kalian. Maka jauhilah yang najis dari berhala-berhala itu, dan jauhi perkataan dusta.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِdzaalika wa-man yu'azhzhim hurumaati llaahidemikianlah, dan siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah
- فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِfa-huwa khayrun lahu 'inda rabbihilebih baik baginya di sisi Tuhannya
- وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْwa-uhillat lakumu l-an'aamu illaa maa yutlaa 'alaykumsemua hewan ternak telah dihalalkan bagi kalian, kecuali yang diterangkan kepada kalian
- فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِfa-jtanibuu r-rijsa mina l-awtsaani wa-jtanibuu qawla z-zuurimaka jauhilah yang najis dari berhala-berhala itu, dan jauhi perkataan dusta
Terjemahan per kata (24 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُعَظِّمْyu'azhzhimmengagungkan
- حُرُمَاتِhurumaatihal-hal terhormat
- اللَّهِllaahiAllah
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- لَهُlahubaginya
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- وَأُحِلَّتْwa-uhillatdan dihalalkan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- الْأَنْعَامُl-an'aamubinatang ternak
- إِلَّاillaakecuali
- مَاmaaapa yang
- يُتْلَىٰyutlaadibacakan
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- فَاجْتَنِبُواfa-jtanibuumaka jauhilah kalian
- الرِّجْسَr-rijsakekotoran
- مِنَminadari
- الْأَوْثَانِl-awtsaaniberhala
- وَاجْتَنِبُواwa-jtanibuudan jauhilah kalian
- قَوْلَqawlaperkataan
- الزُّورِz-zuurikepalsuan
Inti bacaan
Prinsip penting: 'siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah lebih baik baginya' disertai instruksi menjauhi 'berhala-berhala yang najis' dan 'perkataan dusta', penghormatan terhadap yang sakral dipasangkan langsung dengan integritas ucapan, keduanya sama pentingnya. Konkretnya: menjauhi perkataan dusta ditempatkan sejajar dengan menjauhi penyembahan berhala, kejujuran dalam bertutur kata dipandang sebagai bagian mendasar dari integritas spiritual, bukan masalah etika yang terpisah dan lebih ringan.
Penjelasan pilihan kata
'Perkataan dusta' disandingkan langsung dengan penjauhan berhala: dua larangan yang disatukan dalam satu perintah, menandai bahwa kejujuran ucapan setara pentingnya dengan penjauhan penyembahan berhala.
Tafsiran
Ayat ini menyeimbangkan larangan (berhala, dusta) dengan kelonggaran (hewan ternak halal): sebuah pola yang menunjukkan bahwa ketentuan ini bukan semata pembatasan, melainkan juga kelapangan pada hal-hal yang memang diperbolehkan.
Renungan dan Hikmah
- Dua larangan disebut berdampingan dalam satu perintah: jauhilah berhala, dan jauhilah perkataan dusta. Keduanya diletakkan Allah pada tingkat yang sama. Yang biasanya dianggap dosa besar dan yang biasanya dianggap kelemahan sehari-hari ternyata disebut dalam satu tarikan napas.
- Sesudah larangan itu, disebut bahwa semua hewan ternak dihalalkan kecuali yang sudah diterangkan. Yang dibolehkan disebut sebagai keseluruhan, yang dilarang sebagai pengecualian. Susunan itu menyampaikan sesuatu tentang bagaimana Allah menempatkan larangan-Nya di antara kelapangan-Nya.
- Ukurannya bukan apa yang dianggap terhormat oleh orang banyak, melainkan 'apa yang terhormat di sisi Allah'. Dua daftar itu jarang sama. Yang paling dijaga manusia biasanya yang paling banyak penontonnya, dan penyebutan ini memindahkan penentuan kehormatan ke tempat lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.