وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
Bagi setiap umat telah Kami tetapkan penyembelihan, agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang diberikan-Nya kepada mereka. Maka Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa, maka berserah dirilah kepada-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًاwa-li-kulli ummatin ja'alnaa mansakanbagi setiap umat telah Kami tetapkan penyembelihan
- لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِli-yadzkuruu sma llaahi 'alaa maa razaqahum min bahiimati l-an'aamiagar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang diberikan-Nya kepada mereka
- فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُواfa-ilaahukum ilaahun waahidun fa-lahu aslimuumaka Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa, maka berserah dirilah kepada-Nya
- وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَwa-basysyiri l-mukhbitiinadan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati
Terjemahan per kata (20 kata)
- وَلِكُلِّwa-li-kullidan bagi setiap
- أُمَّةٍummatinumat
- جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
- مَنْسَكًاmansakantata cara ibadah
- لِيَذْكُرُواli-yadzkuruuagar mereka mengingat
- اسْمَsmanama
- اللَّهِllaahiAllah
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- رَزَقَهُمْrazaqahummemberi mereka rezeki
- مِنْmindari
- بَهِيمَةِbahiimatibinatang
- الْأَنْعَامِl-an'aamibinatang ternak
- فَإِلَٰهُكُمْfa-ilaahukummaka Tuhan kalian
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- وَاحِدٌwaahidunYang Esa
- فَلَهُfa-lahumaka baginya
- أَسْلِمُواaslimuuberserah dirilah kalian
- وَبَشِّرِwa-basysyiridan sampaikanlah kabar gembira
- الْمُخْبِتِينَl-mukhbitiinaorang-orang yang tunduk
Inti bacaan
Penegasan bahwa penyembelihan kurban ditetapkan bagi 'setiap umat' agar mereka mengingat nama Allah, praktik ini bukan eksklusif bagi satu kelompok, melainkan pola universal yang berlaku lintas generasi dan komunitas, ditutup dengan seruan kepada 'orang-orang yang rendah hati'.
Penjelasan pilihan kata
'Berserah dirilah' (aslimuu): cabang keberserahan dari akar slm, dipertahankan sebagai orientasi hati universal, konsisten dengan 21:108.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa ritual penyembelihan bukan eksklusif satu umat: setiap umat memiliki caranya sendiri untuk menyebut nama Allah, sebuah pengakuan keragaman praktik yang tetap bermuara pada keesaan Tuhan yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut bagi setiap umat Dia tetapkan penyembelihan. Bukan hanya bagi satu. Bentuk ibadah itu punya riwayat panjang sebelum umat ini.
- Tujuannya disebut agar mereka menyebut nama-Nya atas ternak yang diberikan. Bukan dagingnya. Yang dituju satu kalimat yang diucapkan, bukan barang yang dikeluarkan.
- Allah menutup dengan menyebut Tuhan kalian Esa, maka berserah dirilah. Dari keragaman cara ke satu kesimpulan. Bentuk yang berbeda-beda tak mengubah kepada siapa ia ditujukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.