لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian. Demikianlah Dia menundukkannya untuk kalian agar kalian membesarkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepada kalian. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَاlan yanaala llaaha luhuumuhaa wa-laa dimaa'uhaadaging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah
  2. وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْwa-laakin yanaaluhu t-taqwaa minkumtetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian
  3. كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْka-dzaalika sakhkharahaa lakum li-tukabbiruu llaaha 'alaa maa hadaakumdemikianlah Dia menundukkannya untuk kalian agar kalian membesarkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepada kalian
  4. وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَwa-basysyiri l-muhsiniinadan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. لَنْlantidak akan
  2. يَنَالَyanaalamencapai
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. لُحُومُهَاluhuumuhaadagingnya
  5. وَلَاwa-laadan tidak pula
  6. دِمَاؤُهَاdimaa'uhaadarahnya
  7. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  8. يَنَالُهُyanaaluhumencapainya
  9. التَّقْوَىٰt-taqwaaketakwaan
  10. مِنْكُمْminkumdari kalian
  11. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  12. سَخَّرَهَاsakhkharahaamenundukkannya
  13. لَكُمْlakumkepada kalian
  14. لِتُكَبِّرُواli-tukabbiruuagar kalian mengagungkan
  15. اللَّهَllaahaAllah
  16. عَلَىٰ'alaaatas
  17. مَاmaaapa yang
  18. هَدَاكُمْhadaakummemberi petunjuk kepada kalian
  19. وَبَشِّرِwa-basysyiridan sampaikanlah kabar gembira
  20. الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Klarifikasi penting: 'daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian', esensi ibadah kurban bukan pada materi yang dikorbankan, melainkan pada kualitas hati yang mendasarinya. Konkretnya: memahami bahwa nilai sebuah ritual atau pengorbanan terletak pada kualitas niat dan ketakwaan di baliknya (bukan pada besarnya materi yang dikorbankan) mengoreksi kecenderungan mengukur ibadah dari skala luarnya semata.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menegaskan langsung bahwa aspek fisik kurban (daging, darah) bukan yang bernilai di sisi Allah: yang bernilai adalah ketakwaan yang mendasarinya, sebuah pengalihan makna dari objek ritual ke kondisi batin pelakunya.

Tafsiran

Ayat penting ini mengoreksi kemungkinan salah paham tentang kurban, bukan Allah yang 'menerima' daging dan darah secara harfiah, melainkan ketakwaan di balik tindakan itulah yang benar-benar bermakna, menempatkan niat dan kondisi hati di atas bentuk fisik ritual.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini secara eksplisit menyatakan daging dan darah kurban tidak 'sampai' kepada Allah, yang sampai adalah ketakwaan; sebuah koreksi langsung terhadap pemahaman bahwa ritual kurban bernilai karena objek fisiknya sendiri, bukan karena kondisi batin di baliknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.