أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Diizinkan bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar berkuasa membela mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُواudzina li-lladziina yuqaataluuna bi-annahum zhulimuudiizinkan bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi
- وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌwa-inna llaaha 'alaa nashrihim la-qadiirunsesungguhnya Allah benar-benar berkuasa membela mereka
Terjemahan per kata (10 kata)
- أُذِنَudzinadiizinkan
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- يُقَاتَلُونَyuqaataluunamereka diperangi
- بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
- ظُلِمُواzhulimuumereka dizalimi
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلَىٰ'alaaatas
- نَصْرِهِمْnashrihimpertolongan mereka
- لَقَدِيرٌla-qadiirunbenar-benar Mahakuasa
Inti bacaan
Izin berperang diberikan spesifik: 'kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi', pembelaan diri terhadap penindasan diakui sebagai hak yang sah, bukan agresi tanpa sebab.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menandai izin pertama untuk berperang yang disebutkan dalam Al-Qur'an, dengan syarat yang jelas dinyatakan: karena kezaliman yang dialami, bukan tanpa sebab.
Tafsiran
Ayat ini memberikan izin berperang secara eksplisit, namun dengan pembingkaian yang jelas, bukan izin ofensif tanpa batas, melainkan respons terhadap kezaliman yang sudah menimpa lebih dulu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyertakan alasannya di kalimat yang sama: karena mereka dizalimi. Bukan izin kosong. Kebolehannya terikat pada sebab yang disebutkan.
- Penerimanya disebut orang-orang yang diperangi. Bukan yang memerangi. Yang diizinkan membalas, bukan memulai.
- Allah menutup dengan Dia berkuasa membela mereka. Sesudah memberi izin. Yang diizinkan berjuang diberi tahu bahwa ia sebenarnya tak sendirian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.