الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Orang-orang yang jika Kami beri kemantapan hidup di bumi, mereka menegakkan salat, memberikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِalladziina in makkannaahum fii l-ardhiorang-orang yang jika Kami beri kemantapan hidup di bumi
  2. أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَaqaamuu sh-shalaata wa-aatawu z-zakaatamereka menegakkan salat, memberikan zakat
  3. وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِwa-amaruu bi-l-ma'ruufi wa-nahaw 'ani l-munkarimenyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar
  4. وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِwa-li-llaahi 'aaqibatu l-umuurihanya kepada Allah kesudahan segala urusan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. إِنْinjika
  3. مَكَّنَّاهُمْmakkannaahumKami meneguhkan mereka
  4. فِيfiidi
  5. الْأَرْضِl-ardhibumi
  6. أَقَامُواaqaamuumereka mendirikan
  7. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  8. وَآتَوُاwa-aatawudan mereka menunaikan
  9. الزَّكَاةَz-zakaatazakat
  10. وَأَمَرُواwa-amaruudan mereka diperintahkan
  11. بِالْمَعْرُوفِbi-l-ma'ruufidengan cara yang baik
  12. وَنَهَوْاwa-nahawdan mereka melarang
  13. عَنِ'anidari
  14. الْمُنْكَرِl-munkarikemungkaran
  15. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  16. عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
  17. الْأُمُورِl-umuurisegala urusan

Inti bacaan

Deskripsi orang yang diberi kekuasaan dengan benar: menegakkan kewajiban terstruktur, memberikan zakat, menyuruh kebaikan, mencegah kemungkaran, kekuasaan yang sah digunakan untuk membangun tatanan moral, bukan sekadar mempertahankan dominasi.

Penjelasan pilihan kata

Empat tindakan disebut sebagai konsekuensi dari kemantapan yang diberikan (salat, zakat, menyuruh kebaikan, mencegah kemungkaran), sebuah rangkaian yang menunjukkan bahwa kekuasaan yang diberikan diarahkan pada tanggung jawab, bukan sekadar kenikmatan.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan tujuan dari kemantapan yang diberikan kepada orang beriman, bukan kekuasaan untuk kepentingan sendiri, melainkan sarana menjalankan ibadah dan tanggung jawab sosial sekaligus.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut jika Dia memberi mereka kemantapan hidup di bumi. Kekuasaan itu pemberian. Yang diuji bukan bagaimana meraihnya, melainkan apa yang dikerjakan sesudah meraihnya.
  • Yang mereka kerjakan empat: menegakkan salat, memberikan zakat, menyuruh yang makruf, mencegah yang mungkar. Dua ke dalam, dua ke luar. Kekuasaan dipakai untuk keduanya, bukan salah satu.
  • Penutupnya menyebut kepada Allah kesudahan segala urusan. Sesudah bicara kekuasaan di bumi. Yang memegang kendali sementara diingatkan ke mana semuanya bermuara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. Dalam ayat ini, 'salaah' dan 'zakaah' sama-sama bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'.