وَأَصْحَابُ مَدْيَنَ ۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰ فَأَمْلَيْتُ لِلْكَافِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

dan penduduk Madyan; dan Musa pun telah didustakan. Maka Aku beri tenggang kepada orang-orang kafir, kemudian Aku renggut mereka; maka betapa dahsyat pengingkaran-Ku!

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَأَصْحَابُ مَدْيَنَwa-ashaabu madyanadan penduduk Madyan
  2. وَكُذِّبَ مُوسَىٰwa-kudzdziba muusaadan Musa pun telah didustakan
  3. فَأَمْلَيْتُ لِلْكَافِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْfa-amlaytu li-l-kaafiriina tsumma akhadztuhummaka Aku beri tenggang kepada orang-orang kafir, kemudian Aku renggut mereka
  4. فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِfa-kayfa kaana nakiirimaka betapa dahsyat pengingkaran-Ku

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَأَصْحَابُwa-ashaabudan penghuni
  2. مَدْيَنَmadyanaMadyan
  3. وَكُذِّبَwa-kudzdzibadan didustakan
  4. مُوسَىٰmuusaaMusa
  5. فَأَمْلَيْتُfa-amlaytumaka Aku memberi tangguh
  6. لِلْكَافِرِينَli-l-kaafiriinabagi orang-orang yang kufur
  7. ثُمَّtsummakemudian
  8. أَخَذْتُهُمْakhadztuhumAku menimpakan mereka
  9. فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
  10. كَانَkaanaadalah
  11. نَكِيرِnakiirikemurkaan-Ku

Inti bacaan

Pola penting terungkap: 'Aku beri tenggang kepada orang-orang kafir, kemudian Aku renggut mereka', kesabaran dalam memberi waktu diikuti konsekuensi yang tegas pada akhirnya, sebuah keseimbangan antara kesabaran dan keadilan.

Penjelasan pilihan kata

Daftar kaum-kaum ditutup dengan Madyan dan Musa, diikuti pola yang menyimpulkan seluruh daftar: penangguhan diikuti kebinasaan, sebuah pola yang konsisten di seluruh kisah yang baru disebutkan.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar kaum-kaum yang mendustakan dengan kesimpulan tentang pola yang sama berulang: penangguhan waktu bukan tanda pembiaran, melainkan jeda sebelum konsekuensi yang pasti datang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Musa didustakan, bukan kaumnya mendustakan. Bentuknya dibalik. Nama yang paling dikenal ditaruh sebagai yang menerima, bukan yang bertindak.
  • Dua kerja disebut berurutan: memberi tenggang, lalu merenggut. Sepasang. Yang satu tak pernah datang tanpa yang lain.
  • Allah memakai kata ganti Aku di ayat ini. Bukan Kami. Peralihan itu mendekatkan, dan yang mendekat di sini pengingkaran-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-h-b, k-dz-b, m-l-w, k-f-r, a-kh-dz, k-y-f, k-w-n, n-k-r): kudhdhiba diterjemahkan 'didustakan' (akar k-dz-b); amlaytu diterjemahkan 'Aku beri tenggang' (akar m-l-w); akhadhtuhum diterjemahkan 'Aku renggut (siksa) mereka' (akar '-kh-dz); nakiir diterjemahkan 'pengingkaran (kecaman)-Ku' (akar n-k-r). gloss '(Begitu juga)/(juga)/(terhadap sikap mereka)' dibuang.