فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍ

Maka betapa banyak negeri yang Kami binasakan ketika ia zalim, sehingga ia runtuh di atas atap-atapnya, dan sumur yang ditelantarkan, dan istana yang megah!

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌfa-ka'ayyin min qaryatin ahlaknaahaa wa-hiya zhaalimatunmaka betapa banyak negeri yang Kami binasakan ketika ia zalim
  2. فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَاfa-hiya khaawiyatun 'alaa 'uruusyihaasehingga ia runtuh di atas atap-atapnya
  3. وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍwa-bi'rin mu'aththalatin wa-qashrin masyiidindan sumur yang ditelantarkan, dan istana yang megah

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. فَكَأَيِّنْfa-ka'ayyinmaka betapa banyak
  2. مِنْmindari
  3. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  4. أَهْلَكْنَاهَاahlaknaahaaKami membinasakannya
  5. وَهِيَwa-hiyadan ia
  6. ظَالِمَةٌzhaalimatunyang zalim
  7. فَهِيَfa-hiyamaka ia
  8. خَاوِيَةٌkhaawiyatunyang runtuh
  9. عَلَىٰ'alaaatas
  10. عُرُوشِهَا'uruusyihaaatapnya
  11. وَبِئْرٍwa-bi'rindan sumur
  12. مُعَطَّلَةٍmu'aththalatinyang ditinggalkan
  13. وَقَصْرٍwa-qashrindan istana
  14. مَشِيدٍmasyiidinyang tinggi

Inti bacaan

Gambaran visual reruntuhan: 'runtuh di atas atap-atapnya. sumur yang ditelantarkan, dan istana yang megah', bukti fisik kehancuran peradaban yang dulu jaya tetap bisa disaksikan, sebuah pengingat konkret tentang kefanaan kekuasaan duniawi.

Penjelasan pilihan kata

Tiga citra reruntuhan disebut berurutan (bangunan runtuh, sumur terlantar, istana megah yang ditinggalkan), sebuah gambaran visual tentang kejayaan yang berakhir sunyi.

Tafsiran

Ayat ini menghadirkan bukti fisik dari pola kebinasaan yang baru dijelaskan, bukan lagi cerita abstrak, melainkan reruntuhan nyata yang bisa disaksikan sebagai peringatan bagi siapa pun yang melewatinya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tiga reruntuhan: bangunan runtuh, sumur terlantar, istana megah. Tiga. Yang tersisa disebut satu per satu.
  • Yang dibinasakan negeri, dan disebut ketika ia zalim. Waktunya ditandai. Bukan negerinya yang salah, melainkan keadaannya pada saat itu.
  • Allah menyebut istana yang megah tanpa menyebut ia runtuh. Dibiarkan berdiri. Yang paling menakutkan bukan yang roboh, melainkan yang utuh tanpa penghuni.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-r-y, h-l-k, zh-l-m, kh-w-y, '-r-sh, b-a-r, '-t-l, q-s-r, sh-y-d): ka-ayyin diterjemahkan 'betapa banyak'; ahlaknaahaa diterjemahkan 'membinasakannya' (akar h-l-k); khaawiyah alaa uruushihaa diterjemahkan 'runtuh di atas atap-atapnya' (akar kh-w-y + akar '-r-sh); bi'r mu'attalah diterjemahkan 'sumur yang ditelantarkan' (akar b-'-r + akar '-t-l); qasr mashiid diterjemahkan 'istana yang megah (kokoh)' (akar q-s-r + akar sh-y-d). gloss '(penduduk)/(betapa banyak pula)/(yang ditinggalkan)' dibuang.