أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِa-fa-lam yasiiruu fii l-ardhitidakkah mereka berjalan di bumi
- فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَاfa-takuuna lahum quluubun ya'qiluuna bihaasehingga hati mereka dapat memahami
- أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَاaw aadzaanun yasma'uuna bihaaatau telinga mereka dapat mendengar
- فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُfa-innahaa laa ta'maa l-abshaarusesungguhnya bukanlah mata itu yang buta
- وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِwa-laakin ta'maa l-quluubu llatii fii sh-shuduuritetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada
Terjemahan per kata (23 kata)
- أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
- يَسِيرُواyasiiruumereka berjalan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- فَتَكُونَfa-takuunasehingga engkau menjadi
- لَهُمْlahumbagi mereka
- قُلُوبٌquluubunhati
- يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti
- بِهَاbihaadengannya
- أَوْawatau
- آذَانٌaadzaanuntelinga
- يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar
- بِهَاbihaadengannya
- فَإِنَّهَاfa-innahaamaka sesungguhnya ia
- لَاlaatidak
- تَعْمَىta'maabuta
- الْأَبْصَارُl-abshaarupenglihatan
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- تَعْمَىta'maabuta
- الْقُلُوبُl-quluubuhati
- الَّتِيllatiiyang
- فِيfiidalam
- الصُّدُورِsh-shuduuridada
Inti bacaan
Wawasan penting: 'bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada', kebutaan sejati bersifat spiritual/moral, bukan fisik, sebuah pembedaan yang mengundang refleksi tentang jenis penglihatan yang sesungguhnya penting. Konkretnya: membedakan antara kemampuan melihat secara fisik dan kemampuan 'melihat' secara spiritual/moral (memahami makna dan konsekuensi) membantu mengidentifikasi jenis kebutaan yang lebih berbahaya untuk diatasi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini secara eksplisit membedakan kebutaan mata dari kebutaan hati: sebuah pernyataan langsung yang menjelaskan bahwa masalah sesungguhnya bukan pada indra fisik, melainkan pada kemampuan hati memahami.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan reruntuhan yang baru digambarkan menjadi pelajaran tentang persepsi: melihat reruntuhan secara fisik tidak cukup, karena kebutaan yang sesungguhnya menghalangi pelajaran adalah kebutaan hati, bukan mata.
Renungan dan Hikmah
- Yang dianjurkan Allah berjalan di bumi, dan tujuan yang disebut bukan melihat melainkan 'hati mereka dapat memahami'. Perjalanan diperintahkan untuk mengubah sesuatu di dalam. Berpindah tempat tak menjamin apa pun, tetapi ada hal yang memang tak bisa dipahami dari kursi yang sama.
- Allah menyatakannya terang: bukan mata itu yang buta, melainkan hati yang di dalam dada. Kebutaan dipindahkan tempatnya. Orang yang melihat seluruh bukti dan tak menangkap apa pun tidak sedang kekurangan penglihatan, dan menambah bukti tidak menyentuh perkaranya.
- Allah menambahkan keterangan letak: hati yang berada dalam dada. Tambahan yang tampak berlebihan justru menegaskan bahwa yang dibicarakan sesuatu yang nyata dan berada di dalam tubuh, bukan kiasan yang bisa dijauhkan dari diri sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.