وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan betapa banyak negeri yang Aku beri tenggang ketika ia zalim, kemudian Aku renggut ia; dan kepada-Kulah tempat kembali.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌwa-ka'ayyin min qaryatin amlaytu lahaa wa-hiya zhaalimatundan betapa banyak negeri yang Aku beri tenggang ketika ia zalim
  2. ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُtsumma akhadztuhaa wa-ilayya l-masiirukemudian Aku renggut ia, dan kepada-Kulah tempat kembali
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-r-y, m-l-w, zh-l-m, a-kh-dz, s-y-r): amlaytu lahaa diterjemahkan 'Aku beri tenggang' (akar m-l-w); akhadhtuhaa diterjemahkan 'Aku renggut (siksa)' (akar '-kh-dz); masiir diterjemahkan 'tempat kembali' (akar s-y-r). gloss '(siksa)/(penduduk)/(mereka)/(segala sesuatu)' dibuang.

Aplikasi

Pengulangan pola tenggang waktu dan konsekuensi: 'Aku beri tenggang... kemudian Aku renggut', penegasan lagi bahwa penundaan bukan berarti pembiaran permanen, melainkan bagian dari proses yang pasti berujung.