وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ
Dan betapa banyak negeri yang Aku beri tenggang ketika ia zalim, kemudian Aku renggut ia; dan kepada-Kulah tempat kembali.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌwa-ka'ayyin min qaryatin amlaytu lahaa wa-hiya zhaalimatundan betapa banyak negeri yang Aku beri tenggang ketika ia zalim
- ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُtsumma akhadztuhaa wa-ilayya l-mashiirukemudian Aku renggut ia, dan kepada-Kulah tempat kembali
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَكَأَيِّنْwa-ka'ayyindan betapa banyak
- مِنْmindari
- قَرْيَةٍqaryatinnegeri
- أَمْلَيْتُamlaytuAku memberi tangguh
- لَهَاlahaabaginya
- وَهِيَwa-hiyadan ia
- ظَالِمَةٌzhaalimatunyang zalim
- ثُمَّtsummakemudian
- أَخَذْتُهَاakhadztuhaaAku menimpakannya
- وَإِلَيَّwa-ilayyadan kepadaku
- الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali
Inti bacaan
Pengulangan pola tenggang waktu dan konsekuensi: 'Aku beri tenggang. kemudian Aku renggut', penegasan lagi bahwa penundaan bukan berarti pembiaran permanen, melainkan bagian dari proses yang pasti berujung.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini mengulang pola 'tenggang lalu direnggut' dari 22:44, kini ditutup dengan penegasan tentang tujuan akhir kembalinya segala sesuatu.
Tafsiran
Ayat penutup bagian ini menyimpulkan hubungan antara penangguhan waktu (22:47) dan pola kebinasaan yang berulang, betapa pun lama waktu yang diberikan, tempat kembali pada akhirnya tetap satu: kepada Allah semata.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tenggang itu diberikan ketika negerinya zalim. Bukan sebelum. Kelonggaran datang justru sesudah kesalahannya jelas.
- Kata yang dipakai Aku renggut. Bukan Aku binasakan. Yang digambarkan tarikan mendadak, bukan proses yang panjang.
- Allah menutup dengan kepada-Kulah tempat kembali. Sesudah bicara tenggang. Yang diberi waktu tetap punya satu alamat tujuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-r-y, m-l-w, zh-l-m, a-kh-dz, s-y-r): amlaytu lahaa diterjemahkan 'Aku beri tenggang' (akar m-l-w); akhadhtuhaa diterjemahkan 'Aku renggut (siksa)' (akar '-kh-dz); masiir diterjemahkan 'tempat kembali' (akar s-y-r). gloss '(siksa)/(penduduk)/(mereka)/(segala sesuatu)' dibuang.