وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ
Dan orang-orang yang kufur senantiasa dalam keraguan mengenainya, hingga Saat itu datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari yang mandul datang kepada mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي مِرْيَةٍ مِنْهُwa-laa yazaalu lladziina kafaruu fii miryatin minhudan orang-orang yang kufur senantiasa dalam keraguan mengenainya
- حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةًhattaa ta'tiyahumu s-saa'atu baghtatanhingga Saat itu datang kepada mereka dengan tiba-tiba
- أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍaw ya'tiyahum 'adzaabu yawmin 'aqiiminatau azab hari yang mandul datang kepada mereka
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَزَالُyazaaluberhenti
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- فِيfiidalam
- مِرْيَةٍmiryatinkeraguan
- مِنْهُminhudarinya
- حَتَّىٰhattaasampai
- تَأْتِيَهُمُta'tiyahumudatang kepada mereka
- السَّاعَةُs-saa'atuhari Kiamat
- بَغْتَةًbaghtatandengan tiba-tiba
- أَوْawatau
- يَأْتِيَهُمْya'tiyahumdatang kepada mereka
- عَذَابُ'adzaabuazab
- يَوْمٍyawminhari
- عَقِيمٍ'aqiiminyang mandul
Inti bacaan
Kondisi berkelanjutan bagi yang menolak: 'senantiasa dalam keraguan. hingga Saat itu datang dengan tiba-tiba', keraguan yang dipelihara terus-menerus tanpa penyelesaian akan berakhir secara mendadak, bukan melalui proses yang mereka kendalikan.
Penjelasan pilihan kata
'Hari yang mandul' (yawm aqiim): menandai hari tanpa kebaikan atau tanpa hari esok, sebuah kiasan yang dipertahankan literal tanpa disederhanakan menjadi sekadar 'hari Kiamat'.
Tafsiran
Ayat ini kembali ke tema keraguan yang membandel: bertahan bukan karena kurang bukti, melainkan karena keteguhan menolak, sampai akhirnya dihadapkan langsung dengan kenyataan yang tak lagi bisa disangkal.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut keraguan itu senantiasa, bukan sesaat. Dipelihara. Yang berlangsung terus bukan pencarian, melainkan penolakan yang bertahan.
- Ujungnya Dia sebut datang dengan tiba-tiba. Bukan diselesaikan. Keraguan yang dirawat tak berakhir dengan jawaban, melainkan dengan kedatangan.
- Allah memakai sebutan hari yang mandul. Hari tanpa esok. Kiasan itu dibiarkan utuh, tak diganti dengan nama yang lebih umum.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar z-y-l, k-f-r, m-r-y, a-t-y, s-w-', b-gh-t, '-dz-b, y-w-m, '-q-m): laa yazaalu…fii miryah diterjemahkan 'senantiasa dalam keraguan' (akar m-r-y); baghtatan diterjemahkan 'tiba-tiba'; yawm aqiim diterjemahkan 'hari yang mandul' (akar '-q-m, hari tanpa kebaikan/tanpa hari-esok; terjemahan lain 'hari Kiamat'). gloss '(Al-Qur'an)/(kematian)/(Kiamat)' dibuang.