ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ
Demikianlah, siapa yang membalas seimbang dengan penganiayaan yang telah dia derita, kemudian dia dizalimi lagi, pasti akan ditolong oleh Allah. Sesungguhnya Allah benar-benar pemaaf lagi pengampun.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِdzaalika wa-man 'aaqaba bi-mitsli maa 'uuqiba bihidemikianlah, siapa yang membalas seimbang dengan penganiayaan yang telah dia derita
- ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُtsumma bughiya 'alayhi la-yanshurannahu llaahukemudian dia dizalimi lagi, pasti akan ditolong oleh Allah
- إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌinna llaaha la-'afuwwun ghafuurunsesungguhnya Allah benar-benar pemaaf lagi pengampun
Terjemahan per kata (16 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- عَاقَبَ'aaqabamembalas
- بِمِثْلِbi-mitslidengan yang seperti
- مَاmaaapa yang
- عُوقِبَ'uuqibadianiaya
- بِهِbihidengannya
- ثُمَّtsummakemudian
- بُغِيَbughiyadizalimi
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- لَيَنْصُرَنَّهُla-yanshurannahusungguh Allah akan menolongnya
- اللَّهُllaahuAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَعَفُوٌّla-'afuwwunbenar-benar Maha Pemaaf
- غَفُورٌghafuurunpengampun
Inti bacaan
Prinsip keadilan proporsional: 'siapa yang membalas seimbang dengan penganiayaan yang telah dia derita kemudian dia dizalimi lagi pasti akan ditolong', pembelaan diri yang proporsional dijamin mendapat dukungan, disertai penegasan sifat pemaaf yang tetap mendasari keseluruhan sistem.
Penjelasan pilihan kata
'Pemaaf lagi pengampun' (afuwwun ghafuur), dua kata yang tidak bersinonim penuh: 'pemaaf' menandai penghapusan total, 'pengampun' menandai penutupan/penyelubungan dari paparan; keduanya dipertahankan tanpa 'Maha' konsisten dengan seluruh registri gelar indefinit di teks ini.
Tafsiran
Ayat ini menjamin pertolongan bagi yang membalas secara proporsional namun kembali dizalimi: sebuah jaminan yang mengakui batas kesabaran manusia sambil tetap menegaskan sifat pemaaf dan pengampun Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menjamin pertolongan bagi yang membalas seimbang lalu dizalimi lagi. Bukan bagi yang diam saja. Pembelaan diri yang tidak melebihi takarannya tetap disebut berada di dalam jaminan itu.
- Keadaan yang disebut bukan sekali dizalimi, melainkan dizalimi lagi sesudah membalas seimbang. Dua kali. Jaminan itu diberikan pada titik ketika kesabaran seseorang memang sudah diuji sampai habis.
- Sesudah membenarkan pembalasan yang seimbang, Allah menutup dengan menyebut diri-Nya pemaaf lagi pengampun. Dua sebutan yang justru mengarah ke arah sebaliknya. Hak membalas diakui, dan di ujung kalimat ditunjukkan jalan yang lebih tinggi darinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun”. terjemahan ini: “pemaaf lagi pengampun”, huruf kecil (keduanya indefinit), bebas “Maha”. akar '-f-w diterjemahkan “maaf”; akar gh-f-r diterjemahkan “ampun”. Bukan sewenang, ia dibumikan pada inti akarnya: menghapus vs menutupi. terjemahan lain sendiri sudah condong ke sana ('afaa diterjemahkan “maaf” 21/25; 'afuww diterjemahkan “maaf” 5/5; ghafara diterjemahkan “ampun”); konvensi kita mempertegasnya & menutup kebocorannya. “'afuwwun ghafuur” BUKAN tautologi, dan ini cermin temuan basmalah. Kalau keduanya “ampun”, ayat ini mengulang. 'afaa = MENGHAPUS (jejak dosa dilenyapkan, angin menghapus jejak kaki) + ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari paparan; mighfar = penutup kepala). diterjemahkan Allah melenyapkan jejak dosa DAN menyelubunginya. Persis logika non-redundansi yang menegakkan basmalah. Rumus ini muncul di 4 dari 5 'afuww (4:43, 4:99, 22:60, 58:2; sisanya 'afuww qadiir 4:149). Catatan jujur: akar '-f-w punya DUA CABANG, (1) menghapus diterjemahkan maaf (dominan); Dalam ayat ini, kata dari akar '-f-w dan gh-f-r sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). ampunan diturunkan: “'afaa-llaahu anka i.e. May God efface ”.