ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Hal itu karena sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Sesungguhnya Allah mendengar lagi melihat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِdzaalika bi-anna llaaha yuuliju l-layla fii n-nahaarihal itu karena sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang
  2. وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِwa-yuuliju n-nahaara fii l-laylidan memasukkan siang ke dalam malam
  3. وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌwa-anna llaaha samii'un basiirundan sesungguhnya Allah mendengar lagi melihat
Aplikasi

Fenomena alam yang teratur (siang-malam yang saling memasuki) dijadikan bukti kekuasaan yang mendasari pertolongan-Nya, keteraturan kosmis yang bisa diamati sehari-hari menjadi dasar keyakinan pada intervensi yang lebih personal.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'mendengar'/'melihat' per takrif corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.