لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Sesungguhnya Allah benar-benar Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِlahu maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhimilik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
  2. وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُwa-inna llaaha la-huwa l-ghaniyyu l-hamiidusesungguhnya Allah benar-benar Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. لَهُlahubaginya
  2. مَاmaaapa yang
  3. فِيfiidi
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَمَاwa-maadan apa yang
  6. فِيfiidi
  7. الْأَرْضِl-ardhibumi
  8. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  9. اللَّهَllaahaAllah
  10. لَهُوَla-huwabenar-benar Dia
  11. الْغَنِيُّl-ghaniyyuMahakaya
  12. الْحَمِيدُl-hamiiduMaha Terpuji

Inti bacaan

Klaim kepemilikan menyeluruh: 'Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi', cakupan otoritas yang total menegaskan bahwa tidak ada wilayah eksistensi yang berada di luar jangkauan-Nya.

Penjelasan pilihan kata

'Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji' (al-ghaniyyu l-hamiid): dua gelar takrif dipertahankan tanpa 'Maha', konsisten dengan seluruh registri di teks ini.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kepemilikan total atas langit dan bumi sebagai dasar dari kecukupan-Nya: Dia tidak bergantung pada apa pun karena segalanya sudah menjadi milik-Nya, sekaligus layak menerima segala pujian.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan kepemilikan dengan kecukupan. Berurutan. Yang memiliki semuanya disebut tak membutuhkan apa pun.
  • Dua sebutan menutupnya: Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji. Berpasangan. Yang tak butuh pujian justru yang paling layak dipuji.
  • Allah menyebut dua ruang sekaligus. Langit dan bumi. Cakupannya ditutup dari atas dan dari bawah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

hamiid diterjemahkan 'Sang Terpuji' (takrif corpus); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).