أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagi kalian apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di laut dengan perintah-Nya, dan Dia menahan langit agar tidak jatuh ke bumi, kecuali dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar penuh iba lagi pengasih terhadap manusia.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِa-lam tara anna llaaha sakhkhara lakum maa fii l-ardhitidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagi kalian apa yang ada di bumi
  2. وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِwa-l-fulka tajrii fii l-bahri bi-amrihidan kapal yang berlayar di laut dengan perintah-Nya
  3. وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِwa-yumsiku s-samaa'a an taqa'a 'alaa l-ardhi illaa bi-idznihiDia menahan langit agar tidak jatuh ke bumi, kecuali dengan izin-Nya
  4. إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌinna llaaha bi-n-naasi la-ra'uufun rahiimunsesungguhnya Allah benar-benar penuh iba lagi pengasih terhadap manusia

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. أَلَمْa-lamtidakkah
  2. تَرَtaraengkau memperhatikan
  3. أَنَّannabahwa
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. سَخَّرَsakhkharamenundukkan
  6. لَكُمْlakumbagi kalian
  7. مَاmaaapa yang
  8. فِيfiidi
  9. الْأَرْضِl-ardhibumi
  10. وَالْفُلْكَwa-l-fulkadan kapal
  11. تَجْرِيtajriimengalir
  12. فِيfiidi
  13. الْبَحْرِl-bahrilaut
  14. بِأَمْرِهِbi-amrihidengan keputusan-Nya
  15. وَيُمْسِكُwa-yumsikudan Dia menahan
  16. السَّمَاءَs-samaa'alangit
  17. أَنْanagar tidak
  18. تَقَعَtaqa'ajatuh
  19. عَلَى'alaaatas
  20. الْأَرْضِl-ardhibumi
  21. إِلَّاillaakecuali
  22. بِإِذْنِهِbi-idznihidengan izin-Nya
  23. إِنَّinnasesungguhnya
  24. اللَّهَllaahaAllah
  25. بِالنَّاسِbi-n-naasiterhadap manusia
  26. لَرَءُوفٌla-ra'uufunsungguh penuh iba
  27. رَحِيمٌrahiimunpengasih

Inti bacaan

Katalog nikmat: penundukan bumi, kapal yang berlayar, penahanan benda langit agar tidak jatuh, keteraturan kosmis yang menjamin keberlangsungan hidup dijelaskan sebagai bukti perhatian yang 'penuh iba lagi pengasih terhadap manusia'.

Penjelasan pilihan kata

'Penuh iba lagi pengasih' (ra'uuf rahiim), dua akar berbeda yang dijaga terpisah: ra'uuf menandai perasaan/keterharuan, rahiim menandai pemberian nyata; keduanya sering dicampur menjadi satu istilah generik di terjemahan lain, namun di sini dipertahankan sebagai dua kualitas berbeda.

Tafsiran

Ayat ini merangkum berbagai bentuk penundukan alam bagi manusia (daratan, lautan, langit yang tertahan), semuanya berujung pada penegasan tentang dua kualitas Allah terhadap manusia: keterharuan dan pemberian nyata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua pekerjaan berlawanan: menundukkan yang di bumi, dan menahan langit agar tidak jatuh. Yang satu digerakkan, yang satu dihentikan. Keduanya sama-sama perbuatan-Nya.
  • Kata yang dipakai menahan, bukan meletakkan. Pekerjaannya berlangsung sekarang. Langit yang tidak runtuh hari ini bukan karena ia sudah dipasang, melainkan karena sedang ditahan.
  • Di antara bumi dan langit, Allah menyisipkan kapal yang berlayar. Buatan manusia. Yang dikerjakan tangan manusia pun disebut berjalan dengan perintah-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyantun lagi Maha Penyayang kepada manusia”. terjemahan lain memakai LIMA terjemahan untuk SATU lema ra'uuf di 13 ayatnya: “Maha Penyantun” 5×, “Maha Pengasih” 4×, “belas kasihan” (24:2), “kesantunan” (57:27), lain 2. diterjemahkan rahmaan (53×), rahiim (10×), **dan ra'uuf (4×). Tabrakan tiga arah. terjemahan ini: “penuh iba lagi pengasih”**, ra'uuf=“penuh iba” (PERASAAN), rahiim=“pengasih” (PEMBERIAN). Huruf kecil: corpus menandai 13/13 ra'uuf INDEFINIT. KBBI VI: iba¹ = a (adjektiva) “berbelas kasihan; terharu dan kasihan”, kelas kata cocok (ra'uuf memang ADJ), contohnya bahkan tentang HATI. with rahmah”, keduanya sinonim, dan itu melanggar prinsip non-redundansi: 10 dari 13** ra'uuf berdampingan dengan r-h-m. Qur'an tak mengulang percuma. Dua entri, dua halaman diterjemahkan ***ra'fah* memikul KELEMBUTAN, rahmah memikul PEMBERIAN. Non-redundan: “penuh iba lagi pengasih” = perasaan DAN tindakan. “wa laa ta'khudhkum** bihimaa ra'fatun”, ra'fah MENCEKAM orang & menahan tangannya dari mendera; “rahmat/pemberian” MUSTAHIL di situ. 57:27 menguatkan: “dalam HATI mereka ra'fatan wa rahmatan”, keduanya bersama, di hati diterjemahkan harus BEDA. Temuan ini menguatkan kesimpulan r-h-m = pemberian dari arah yang bebas. Dalam ayat ini, kata dari akar r-a-f dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang).