لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ ۚ وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُسْتَقِيمٍ

Bagi setiap umat telah Kami tetapkan cara ibadah yang mereka amalkan; maka janganlah mereka membantahmu dalam urusan itu; dan serulah kepada Tuhanmu; sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas petunjuk yang lurus.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُli-kulli ummatin ja'alnaa mansakan hum naasikuuhubagi setiap umat telah Kami tetapkan cara ibadah yang mereka amalkan
  2. فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِfa-laa yunaazi'unnaka fii l-amrimaka janganlah mereka membantahmu dalam urusan itu
  3. وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَwa-d'u ilaa rabbikadan serulah kepada Tuhanmu
  4. إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُسْتَقِيمٍinnaka la-'alaa hudan mustaqiiminsesungguhnya engkau benar-benar berada di atas petunjuk yang lurus

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. لِكُلِّli-kullibagi setiap
  2. أُمَّةٍummatinumat
  3. جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
  4. مَنْسَكًاmansakantata cara ibadah
  5. هُمْhummereka
  6. نَاسِكُوهُnaasikuuhuyang menjalankannya
  7. فَلَاfa-laamaka janganlah
  8. يُنَازِعُنَّكَyunaazi'unnakamereka membantahmu
  9. فِيfiidalam
  10. الْأَمْرِl-amriurusan
  11. وَادْعُwa-d'udan serulah
  12. إِلَىٰilaakepada
  13. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  14. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  15. لَعَلَىٰla-'alaabenar-benar atas
  16. هُدًىhudanpetunjuk
  17. مُسْتَقِيمٍmustaqiiminyang lurus

Inti bacaan

Pengakuan keragaman: 'setiap umat telah Kami tetapkan cara-ibadah yang mereka amalkan' disertai instruksi: 'janganlah mereka membantahmu', variasi praktik ritual antar komunitas dihormati, fokus diarahkan pada seruan positif, bukan perdebatan tentang perbedaan bentuk ibadah.

Penjelasan pilihan kata

'Cara ibadah' (mansak): teks mengakui keberagaman praktik ibadah antar umat sebagai sesuatu yang memang ditetapkan, bukan penyimpangan yang perlu diperdebatkan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan praktik ibadah antar umat bukan alasan untuk berdebat: fokus yang diminta adalah menyerukan Tuhan sendiri, bukan terjebak dalam perselisihan tentang bentuk ibadah yang berbeda-beda.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut bagi setiap umat telah Dia tetapkan cara ibadah. Berbeda-beda. Yang ditetapkan bukan satu bentuk untuk semua zaman.
  • Allah melarang mereka membantah dalam urusan itu. Perbedaan cara bukan bahan perdebatan. Yang berbeda memang dirancang berbeda.
  • Yang diperintahkan menyeru kepada Tuhanmu, bukan membela caranya. Sasarannya dipindahkan. Perdebatan tentang bentuk ditinggalkan demi mengajak kepada Yang menetapkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-l-l, a-m-m, j-'-l, n-s-k, n-z-', a-m-r, d-'-w, r-b-b, h-d-y, q-w-m): li-kull ummah…mansak diterjemahkan 'bagi setiap umat cara-ibadah (ritus)' (akar '-m-m + akar n-s-k; terjemahan lain 'syariat'); yunaazi'unnaka diterjemahkan 'membantahmu' (akar n-z-'); wa-d'u ilaa rabbik diterjemahkan 'serulah kepada Tuhanmu' (akar d-'-w, da'aa, mengundang/menyeru KEPADA Allah); hudan mustaqiim diterjemahkan 'petunjuk yang lurus' (akar h-d-y + akar q-w-m). gloss '(syariat)/(harus)/(Nabi Muhammad)' dibuang.