مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar kuat lagi digdaya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِmaa qadaruu llaaha haqqa qadrihimereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya
  2. إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌinna llaaha la-qawiyyun 'aziizunsesungguhnya Allah benar-benar kuat lagi digdaya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. قَدَرُواqadaruumereka mengagungkan
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. حَقَّhaqqabenar
  5. قَدْرِهِqadrihikadar-Nya
  6. إِنَّinnasesungguhnya
  7. اللَّهَllaahaAllah
  8. لَقَوِيٌّla-qawiyyunbenar-benar Mahakuat
  9. عَزِيزٌ'aziizunMahaperkasa

Inti bacaan

Kritik mendasar: 'mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya', kegagalan memahami skala kekuasaan sejati menjadi akar dari berbagai kesalahan penyembahan yang terjadi.

Penjelasan pilihan kata

'Kuat lagi digdaya' (qawiyy aziiz): dipertahankan tanpa 'Maha', konsisten dengan registri qwy/zz yang sudah dibangun sepanjang teks.

Tafsiran

Ayat ini menyimpulkan perumpamaan lalat dengan penilaian tegas: kegagalan mengagungkan Allah dengan semestinya, dikontraskan langsung dengan kekuatan dan kedigdayaan-Nya yang sesungguhnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyimpulkan perumpamaan lalat dengan satu kalimat. Mereka salah mengukur. Bukan salah menyembah saja.
  • Yang kurang bukan ibadahnya, melainkan takarannya. Mereka mengagungkan. Cuma tidak sebenar-benarnya.
  • Dua sifat ditaruh Allah sebagai pembanding: kuat dan digdaya. Ukuran yang sebenarnya disebut. Selisihnya jadi kelihatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.