يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah, dan sembahlah Tuhan kalian, dan berbuatlah kebaikan, agar kalian beruntung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُواyaa ayyuhaa lladziina aamanuu rka'uu wa-sjuduuwahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah
  2. وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَwa-'buduu rabbakum wa-f'aluu l-khayradan sembahlah Tuhan kalian, dan berbuatlah kebaikan
  3. لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَla'allakum tuflihuunaagar kalian beruntung

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. ارْكَعُواrka'uurukuklah kalian
  6. وَاسْجُدُواwa-sjuduudan bersujudlah kalian
  7. وَاعْبُدُواwa-'buduudan mengabdilah kalian
  8. رَبَّكُمْrabbakumTuhan kalian
  9. وَافْعَلُواwa-f'aluudan lakukanlah kalian
  10. الْخَيْرَl-khayrakebaikan
  11. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  12. تُفْلِحُونَtuflihuunakalian beruntung

Inti bacaan

Instruksi praktis langsung: 'tunduklah, pasrahlah, mengabdilah. dan perbuatlah kebaikan agar kalian beruntung', rangkaian tindakan konkret (fisik dan sosial) sebagai jalan menuju keberuntungan, bukan sekadar keyakinan abstrak.

Penjelasan pilihan kata

'Rukuk' dan 'sujud' (sjd, akar yang sama dipertahankan konsisten) disebut sebagai dua tindakan terpisah, diikuti perintah menyembah dan berbuat kebaikan sebagai rangkaian menaik dari sikap tubuh ke tindakan nyata. Menariknya, ayat berikutnya (22:78) menyebut 'menegakkan salat' sebagai perintah tersendiri: sebuah pemisahan yang menunjukkan rukuk dan sujud di sini tidak serta-merta identik dengan keseluruhan ritual salat.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian penutup surah dengan rangkaian perintah yang menaik: dari sikap tubuh (rukuk, sujud) ke penyembahan, lalu ke tindakan kebaikan secara umum, sebuah struktur yang bergerak dari yang khusus ke yang luas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut rukuk dan sujud lebih dahulu, dua gerakan tubuh yang bisa dikerjakan hari ini juga. Baru sesudah itu yang lebih luas. Perintah yang bermula dari sesuatu yang segera bisa dikerjakan jarang berhenti sebagai niat.
  • Perintah penutupnya berbuat kebaikan, tanpa satu pun rinciannya. Yang paling luas justru diletakkan paling akhir. Sesudah tubuh dan penyembahan disebut dengan jelas, sisanya dibiarkan terbuka pada keadaan masing-masing orang.
  • Yang disebut Allah di ujungnya agar kalian beruntung, bukan pasti beruntung. Kata itu menyisakan ruang. Sebuah harapan yang disebut sebagai harapan menjaga orang tetap mengerjakan, sedangkan jaminan sering membuatnya berhenti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Bacaan mainstream: perintah melakukan komponen gerakan ritual salat (rukuk lalu sujud). Diperkuat tanda sajdah tilawah (۩) pada ayat ini, pembaca tradisional bersujud saat membacanya. CATATAN: tanda sajdah adalah artefak PRAKTIK, bukan bukti tekstual atas makna kata. BUKTI INTERNAL KUNCI (haatuu burhaanakum): (1) Ayat BERIKUTNYA, 22:78, menyebut salat sbg perintah TERPISAH ('fa-aqiimuu s-salaata wa-aatuu z-zakaata'), kalau rukuk+sujud di 22:77 sudah = 'kerjakan ritual salat', memerintahkan 'tegakkan salat' satu ayat kemudian jadi mubazir; pemisahan ini menunjukkan rukuk/sujud BUKAN 'ritual salat'. (2) Struktur khusus diterjemahkan umum: rukuk diterjemahkan sujud diterjemahkan 'mengabdi pada Tuhan' diterjemahkan 'berbuat baik', satu register menaik dari sikap ke amal konkret; bacaan ritual membuat lompatan ke 'berbuat baik' janggal. (3) 22:77 SENDIRIAN ambigu (sasarannya manusia yg bisa membungkuk fisik), yg melunasi ambiguitas adalah KORPUS: kasus subjek-mustahil-fisik (13:15 matahari/gunung, 16:48 bayang-bayang, 55:6) yg memaksa makna 'tunduk', + 3:43 (Maryam yg terisolasi diperintah rukuk 'bersama' yg pasrah = teladani ibundanya 3:35-36 & Zakaria 3:38-41). Jadi 22:77 adalah KONSUMEN aturan, bukan produsen bukti, dan itu justru bekerja sebagaimana dirancang. Catatan hanya berbunyi 'Arabic: sajada. See Notepad IV.' tanpa glos. Kata 'submit' berasal dari TERJEMAHAN sebagian penerjemah ('merendahlah dan berserah'), bukan dari catatannya. Kesimpulannya tetap sahih (ditopang + terjemahan), yang salah atribusinya. Jadi sebagian penerjemah pun membaca rukuk/sujud di sini sbg sikap ketundukan non-fisik, bukan gerakan ritual. Ini poin linguistik yg bisa diverifikasi (bukan opini personal), jadi boleh dipakai per Akar r-k-' (7 ayat) & s-j-d (~38 ayat verba/partisipel, di luar bentuk nomina 'masjid').