يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah, dan sembahlah Tuhan kalian, dan berbuatlah kebaikan, agar kalian beruntung.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُواyaa ayyuhaa lladziina aamanuu rka'uu wa-sjuduuwahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah
- وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَwa-buduu rabbakum wa-f'aluu l-khayradan sembahlah Tuhan kalian, dan berbuatlah kebaikan
- لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَla'allakum tuflihuunaagar kalian beruntung
Catatan pilihan kata (ringkas)
Bacaan mainstream: perintah melakukan komponen gerakan ritual salat (rukuk lalu sujud). Diperkuat tanda sajdah tilawah (۩) pada ayat ini, pembaca tradisional bersujud saat membacanya. CATATAN: tanda sajdah adalah artefak PRAKTIK, bukan bukti tekstual atas makna kata. BUKTI INTERNAL KUNCI (haatuu burhaanakum): (1) Ayat BERIKUTNYA, 22:78, menyebut salat sbg perintah TERPISAH ('fa-aqiimuu s-salaata wa-aatuu z-zakaata'), kalau rukuk+sujud di 22:77 sudah = 'kerjakan ritual salat', memerintahkan 'tegakkan salat' satu ayat kemudian jadi mubazir; pemisahan ini menunjukkan rukuk/sujud BUKAN 'ritual salat'. (2) Struktur khusus diterjemahkan umum: rukuk diterjemahkan sujud diterjemahkan 'mengabdi pada Tuhan' diterjemahkan 'berbuat baik', satu register menaik dari sikap ke amal konkret; bacaan ritual membuat lompatan ke 'berbuat baik' janggal. (3) 22:77 SENDIRIAN ambigu (sasarannya manusia yg bisa membungkuk fisik), yg melunasi ambiguitas adalah KORPUS: kasus subjek-mustahil-fisik (13:15 matahari/gunung, 16:48 bayang-bayang, 55:6) yg memaksa makna 'tunduk', + 3:43 (Maryam yg terisolasi diperintah rukuk 'bersama' yg pasrah = teladani ibundanya 3:35-36 & Zakaria 3:38-41). Jadi 22:77 adalah KONSUMEN aturan, bukan produsen bukti, dan itu justru bekerja sebagaimana dirancang. sebagian penerjemah SEJALAN & mengonfirmasi independen: menerjemahkan 22:77 'be lowly and submit, and serve your Lord, and do good', catatan kakinya verbatim: raka'a, 'to be lowly (i.e. before God)'. Catatan hanya berbunyi 'Arabic: sajada. See Notepad IV.' tanpa glos. Kata 'submit' berasal dari TERJEMAHAN sebagian penerjemah ('be lowly and submit'), bukan dari catatannya. Kesimpulannya tetap sahih (ditopang + terjemahan), yang salah atribusinya. Jadi sebagian penerjemah pun membaca rukuk/sujud di sini sbg sikap ketundukan non-fisik, bukan gerakan ritual. Ini poin linguistik yg bisa diverifikasi (bukan opini personal), jadi boleh dipakai per. Akar r-k-' (7 ayat) & s-j-d (~38 ayat verba/partisipel, di luar bentuk nomina 'masjid'). C3), TAPI per prinsip (konsistensi internal menang bila sampel kaya), makna inti diambil dari data internal Quran: RUKUK = merendah/tunduk, SUJUD = pasrah/tunduk pada kehendak, perwujudan lahir ditentukan konteks, BUKAN koreografi ritual salat. Lih. /.
Aplikasi
Instruksi praktis langsung: 'tunduklah, pasrahlah, mengabdilah... dan perbuatlah kebaikan agar kalian beruntung', rangkaian tindakan konkret (fisik dan sosial) sebagai jalan menuju keberuntungan, bukan sekadar keyakinan abstrak.