فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
Maka siapa yang mencari di balik itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَfa-mani btaghaa waraa'a dzaalikamaka siapa yang mencari di balik itu
- فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَfa-ulaa'ika humu l-'aaduunamereka itulah orang-orang yang melampaui batas
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَمَنِfa-manimaka orang yang
- ابْتَغَىٰbtaghaamencari
- وَرَاءَwaraa'adi belakang
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الْعَادُونَl-'aaduunaorang-orang yang melampaui batas
Inti bacaan
Batasan jelas ditegaskan: mencari 'di balik itu' (di luar hubungan yang sah) menjadikan seseorang 'melampaui batas', kejelasan batas moral yang tidak ambigu, membedakan antara yang sah dan yang berlebihan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menutup pengecualian dari ayat sebelumnya dengan batasan tegas: mencari di luar dua kategori yang disebutkan berarti melampaui batas.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa pengecualian yang diberikan bersifat terbatas, bukan celah terbuka: melampauinya mengubah status dari terkendali menjadi pelanggar batas.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup pengecualian supaya tidak menjadi celah. Yang dibolehkan dua. Selebihnya melampaui.
- Kata di balik itu menandai batas, bukan wilayah abu-abu. Ada garisnya. Melewatinya berganti nama.
- Istilahnya melampaui batas, bukan berdosa. Allah memilih kata yang menunjuk garis. Yang salah bukan keinginannya, melainkan lewatnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-gh-y, w-r-y, '-d-w): ibtaghaa diterjemahkan 'mencari' (akar b-gh-y); waraa'a dhaalika diterjemahkan 'di balik itu'; aaduun diterjemahkan 'melampaui batas' (akar '-d-w). gloss '(pelampiasan syahwat)' dibuang.