وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari sari pati dari tanah,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍwa-la-qad khalaqnaa l-insaana min sulaalatin min thiinindan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari sari pati dari tanah
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
- الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
- مِنْmindari
- سُلَالَةٍsulaalatinsari pati
- مِنْmindari
- طِينٍthiinintanah
Inti bacaan
Asal-usul manusia dijelaskan sederhana: 'dari sari pati dari tanah', pengingat kerendahan hati tentang komponen dasar keberadaan manusia, sebelum proses transformasi yang menakjubkan dijelaskan lebih lanjut.
Penjelasan pilihan kata
'Manusia' (al-insaan) di sini memakai bentuk tunggal generik yang merujuk pada manusia secara kolektif, berbeda dari bentuk jamak 'kalian' yang dipakai di 22:5: sebuah susunan gramatikal yang berbeda meski temanya serupa.
Tafsiran
Ayat ini beralih dari daftar kualitas orang beriman ke argumen tentang penciptaan manusia: sebuah pola yang sejalan dengan 22:5, kini disampaikan dengan susunan kalimat yang sedikit berbeda.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sari pati dari tanah. Bukan tanah begitu saja. Yang diambil bagian terpilihnya, dan itu tetap tanah.
- Bentuk yang dipakai tunggal: manusia. Bukan kalian. Semua orang dimasukkan ke dalam satu kata.
- Allah menaruh ayat ini tepat sesudah daftar sifat orang beriman. Berpindah tiba-tiba. Yang baru saja dipuji diingatkan dari apa ia dibuat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar kh-l-q, a-n-s, s-l-l, t-y-n): khalaqnaa diterjemahkan 'menciptakan' (akar kh-l-q); sulaalah diterjemahkan 'sari pati (ekstrak)' (akar s-l-l); tiin diterjemahkan 'tanah (lempung)'. gloss '(yang berasal)' dibuang.