ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

kemudian Kami jadikan ia nutfah di dalam tempat yang kukuh,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍtsumma ja'alnaahu nuthfatan fii qaraarin makiininkemudian Kami jadikan ia nutfah di dalam tempat yang kukuh

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. جَعَلْنَاهُja'alnaahuKami menjadikannya
  3. نُطْفَةًnuthfatannutfah
  4. فِيfiidi dalam
  5. قَرَارٍqaraarintempat menetap
  6. مَكِينٍmakiininyang kokoh

Inti bacaan

Tahap berikutnya: dijadikan 'nutfah di dalam tempat yang kukuh', proses biologis yang terlindungi dan terkontrol, menunjukkan desain yang cermat sejak tahap paling awal.

Penjelasan pilihan kata

'Tempat yang kukuh': teks tidak menamai lokasi ini secara eksplisit sebagai rahim; kejelasannya dibiarkan tersirat dari konteks tanpa penambahan kata tersebut ke dalam terjemahan.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan tahapan dari tanah ke nutfah, kini ditempatkan di lokasi yang digambarkan kukuh dan terlindungi, mempersiapkan tahapan perkembangan berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tempatnya kukuh, bukan gelap. Yang disorot perlindungannya. Bukan tersembunyinya.
  • Namanya tidak disebut dalam ayat ini. Cuma disebut tempat yang kukuh. Yang sudah jelas dari rangkaiannya tidak perlu ditulis.
  • Tahapnya disusun Allah satu per satu. Tanah lebih dahulu, lalu nutfah. Tidak ada yang meloncat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, n-t-f, q-r-r, m-k-n): nutfah diterjemahkan 'nutfah (air mani)' (akar n-t-f); qaraar makiin diterjemahkan 'tempat yang kukuh' (akar q-r-r + akar m-k-n). gloss '(rahim)' dibuang.