ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Kemudian, nutfah itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung. Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan ia ciptaan yang lain. Maka berkahlah Allah, sebaik-baik pencipta.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةًtsumma khalaqnaa n-nuthfata 'alaqatankemudian Kami jadikan nutfah itu sesuatu yang menggantung
- فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةًfa-khalaqnaa l-'alaqata mudhghatanlalu Kami jadikan yang menggantung itu segumpal daging
- فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًاfa-khalaqnaa l-mudhghata 'izhaamanlalu Kami jadikan segumpal daging itu tulang belulang
- فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًاfa-kasawnaa l-'izhaama lahmanlalu Kami bungkus tulang belulang itu dengan daging
- ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَtsumma ansya'naahu khalqan aakharakemudian Kami jadikan ia ciptaan yang lain
- فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَfa-tabaaraka llaahu ahsanu l-khaaliqiinamaka berkahlah Allah, sebaik-baik pencipta
Terjemahan per kata (21 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
- النُّطْفَةَn-nuthfatanutfah
- عَلَقَةً'alaqatansegumpal darah
- فَخَلَقْنَاfa-khalaqnaamaka Kami menciptakan
- الْعَلَقَةَl-'alaqatasegumpal darah
- مُضْغَةًmudhghatansegumpal daging
- فَخَلَقْنَاfa-khalaqnaamaka Kami menciptakan
- الْمُضْغَةَl-mudhghatasegumpal daging
- عِظَامًا'izhaamantulang-belulang
- فَكَسَوْنَاfa-kasawnaamaka Kami membalut
- الْعِظَامَl-'izhaamatulang-belulang
- لَحْمًاlahmandaging
- ثُمَّtsummakemudian
- أَنْشَأْنَاهُansya'naahuKami menumbuhkannya
- خَلْقًاkhalqanciptaan
- آخَرَaakharayang lain
- فَتَبَارَكَfa-tabaarakamaka Mahasuci
- اللَّهُllaahuAllah
- أَحْسَنُahsanulebih baik
- الْخَالِقِينَl-khaaliqiinapara pencipta
Inti bacaan
Rangkaian transformasi detail (segumpal darah, segumpal daging, tulang, dibungkus daging, hingga 'makhluk yang berbentuk lain') ditutup pujian: 'Mahaberkah Allah sebaik-baik pencipta', proses bertahap yang kompleks dan menakjubkan layak mendapat apresiasi mendalam, bukan dianggap biasa saja.
Penjelasan pilihan kata
'Berkahlah Allah' (tabaaraka llaah): bentuk kata kerja doksologis dari akar yang sama dengan 'berkah', sejenis secara tata bahasa dengan subhaana dan ta'aalaa; dipertahankan tanpa 'Maha' konsisten dengan penanganan ta'aalaa di 20:114. 'Ciptaan yang lain': teks tidak merinci lebih jauh bentuk perubahan ini; pembacaan yang mengaitkannya dengan peniupan ruh adalah tafsir, bukan pernyataan eksplisit ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini merinci tahapan perkembangan yang lebih lengkap dibanding 22:5: dari nutfah, melalui beberapa tahap, hingga menjadi 'ciptaan yang lain', ditutup dengan seruan doksologis yang merayakan kualitas penciptaan itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Tahapan yang dirinci di sini disampaikan sebagai argumen tentang kemampuan mencipta, bukan sebagai buku teks embriologi, 'ciptaan yang lain' di akhir rangkaian tidak dijelaskan lebih jauh oleh teks, dan pembacaan yang mengisi kekosongan itu dengan klaim spesifik melampaui apa yang dinyatakan ayat ini sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.