فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ
Maka berkatalah para pemuka yang kufur dari kaumnya, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian. Dia ingin melebihkan dirinya atas kalian. Sekiranya Allah berkehendak, tentu Dia menurunkan malaikat. Kami tidak pernah mendengar ini pada nenek moyang kami yang terdahulu.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِfa-qaala l-mala'u lladziina kafaruu min qawmihimaka berkatalah para pemuka yang kufur dari kaumnya
- مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْmaa haadzaa illaa basyarun mitslukumorang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian
- يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْyuriidu an yatafadhdhala 'alaykumia ingin melebihkan dirinya atas kalian
- وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةًwa-law syaa'a llaahu la-anzala malaa'ikatandan sekiranya Allah berkehendak, tentu Dia menurunkan malaikat
- مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَmaa sami'naa bi-haadzaa fii aabaa'inaa l-awwaliinakami tidak pernah mendengar ini pada nenek moyang kami yang terdahulu
Terjemahan per kata (26 kata)
- فَقَالَfa-qaalamaka berkatalah
- الْمَلَأُl-mala'upara pemuka
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- مِنْmindari
- قَوْمِهِqawmihikaumnya
- مَاmaatidaklah
- هَٰذَاhaadzaaini
- إِلَّاillaakecuali
- بَشَرٌbasyarunmanusia
- مِثْلُكُمْmitslukumseperti kalian
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- أَنْanuntuk
- يَتَفَضَّلَyatafadhdhalamengungguli
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- لَأَنْزَلَla-anzalasungguh Dia akan menurunkan
- مَلَائِكَةًmalaa'ikatanpara malaikat
- مَاmaatidaklah
- سَمِعْنَاsami'naakami mendengar
- بِهَٰذَاbi-haadzaadengan ini
- فِيfiipada
- آبَائِنَاaabaa'inaabapak-bapak kami
- الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu
Inti bacaan
Respons meremehkan dari para pemuka: 'Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian. Belum pernah kami dengar seruan seperti ini', dua taktik penolakan klasik: meremehkan kesetaraan status pembawa pesan dan mengklaim tradisi leluhur sebagai pembenaran menolak sesuatu yang baru.
Penjelasan pilihan kata
'Yatafaddala alaykum' ('melebihkan dirinya atas kalian'): tuduhan bahwa Nuh mencari keunggulan status pribadi, bukan menyampaikan pesan tulus. 'Basharun mitslukum' ('manusia seperti kalian') adalah argumen penolakan pertama: kesetaraan status dianggap diskualifikasi, bukan justru alasan untuk didengarkan.
Tafsiran
Tanggapan para pemuka menggabungkan dua taktik: meragukan legitimasi pembawa pesan lewat kesetaraan statusnya sendiri (manusia biasa, bukan malaikat), dan mengklaim otoritas tradisi leluhur sebagai penolakan terhadap sesuatu yang baru. Argumen 'seandainya Allah berkehendak, tentu Dia mengutus malaikat' mengandaikan wahyu semestinya datang dalam bentuk yang kasatmata luar biasa, bukan lewat sesama manusia.
Renungan dan Hikmah
- Argumen 'dia hanya manusia seperti kita' dipakai di sini sebagai alasan untuk menolak, bukan sebagai alasan untuk mempercayai, sebuah pembalikan logika yang menandai bahwa penolakan sering dibangun dari premis yang bisa dibaca dua arah, tergantung sikap yang sudah diambil sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.