إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّىٰ حِينٍ

Ia tidak lain hanyalah seorang lelaki yang padanya ada kegilaan; maka tunggulah dia sampai suatu waktu."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌin huwa illaa rajulun bihi jinnatunia tidak lain hanyalah seorang lelaki yang padanya ada kegilaan
  2. فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّىٰ حِينٍfa-tarabbashuu bihi hattaa hiininmaka tunggulah dia sampai suatu waktu

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنْinjika
  2. هُوَhuwaia
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. رَجُلٌrajulunseorang lelaki
  5. بِهِbihipadanya
  6. جِنَّةٌjinnatungila
  7. فَتَرَبَّصُواfa-tarabbashuumaka tunggulah kalian
  8. بِهِbihipadanya
  9. حَتَّىٰhattaasampai
  10. حِينٍhiininwaktu tertentu

Inti bacaan

Tuduhan personal yang menyakitkan: 'seorang lelaki yang padanya ada kerasukan' disertai saran menunggu, serangan karakter dipakai sebagai cara menghindari keterlibatan serius dengan substansi pesan yang disampaikan.

Penjelasan pilihan kata

'Jinnah' (akar jnn): kondisi yang diterjemahkan 'kegilaan', tuduhan personal terhadap kewarasan Nuh, bukan sanggahan terhadap isi pesannya. 'Tarabbasuu' ('tunggulah', akar rbS) menyarankan sikap menunggu tanpa menyatakan eksplisit apa yang dinantikan.

Tafsiran

Ayat ini menutup argumen para pemuka dengan serangan karakter langsung, bukan lagi soal status kemanusiaan Nuh, melainkan tuduhan atas kewarasannya. Ini pergeseran dari argumen (meski lemah) ke penghinaan personal, pola penolakan yang menghindari keterlibatan dengan substansi pesan itu sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Tuduhan 'kegilaan' terhadap pembawa pesan yang tak disukai adalah taktik yang tak memerlukan pembuktian apa pun terhadap isi pesan, cukup untuk membenarkan sikap menunggu dan mengabaikan, tanpa harus benar-benar berargumen.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-j-l, j-n-n, r-b-s, h-y-n): rajul diterjemahkan 'lelaki' (akar r-j-l); bihi jinnah diterjemahkan 'padanya kerasukan (kegilaan)' (akar j-n-n); tarabbasuu diterjemahkan 'tunggulah' (akar r-b-s). Selaras.