فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Maka apabila engkau dan orang yang bersamamu telah menetap di atas kapal, katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang zalim."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِfa-idzaa stawayta anta wa-man ma'aka 'alaa l-fulkimaka apabila engkau dan orang yang bersamamu telah menetap di atas kapal
  2. فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَfa-quli l-hamdu li-llaahi lladzii najjaanaa mina l-qawmi zh-zhaalimiinamaka katakanlah, segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang zalim

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  2. اسْتَوَيْتَstawaytaengkau telah berada
  3. أَنْتَantaengkau
  4. وَمَنْwa-mandan orang yang
  5. مَعَكَma'akabersamamu
  6. عَلَى'alaaatas
  7. الْفُلْكِl-fulkikapal
  8. فَقُلِfa-qulimaka katakanlah
  9. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  10. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  11. الَّذِيlladziiyang
  12. نَجَّانَاnajjaanaamenyelamatkan kami
  13. مِنَminadari
  14. الْقَوْمِl-qawmikaum
  15. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Instruksi respons syukur yang spesifik saat momen penyelamatan tiba: 'ucapkanlah, Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami', momen krisis yang berhasil dilalui dirayakan dengan pengakuan sumber pertolongan, bukan dianggap keberuntungan semata.

Penjelasan pilihan kata

'Al-hamdu lillaahi' ('segala puji bagi Allah'): ucapan yang diperintahkan tepat pada momen keselamatan tercapai, bukan sesudahnya. 'Al-qawmi zh-zhaalimiin' ('kaum yang zalim') menyebut kaum yang ditinggalkan dengan istilah kezaliman (Zlm), bukan istilah kekufuran (kfr, dipakai di 23:24): pergeseran penekanan dari penolakan-kepercayaan ke pelanggaran/penindasan.

Tafsiran

Instruksi ini merespons keselamatan dengan pujian yang diucapkan tepat di momen pencapaiannya sendiri, bukan direnungkan belakangan: pengakuan atas sumber pertolongan yang segera, bukan tertunda.

Renungan dan Hikmah

  • Kata اسْتَوَيْتَ dan rangkaian نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ dua-duanya sekali saja muncul. Yang patut diperhatikan waktunya: pujian itu diperintahkan diucapkan bukan setelah selamat sampai, melainkan begitu sudah menetap di atas kapal, sementara air belum turun dan perjalanan belum dimulai. Bentuk kata kerjanya pun sudah lampau, “telah menyelamatkan”, padahal bahaya masih di depan.
  • Rangkaian عَلَى الْفُلْكِ muncul tiga kali, dan dua yang lain (23:22, 40:80) menyebut kapal sebagai kendaraan yang biasa: di atasnya dan di atas kapal-kapal kalian diangkut. Kata yang sama, dalam ayat ini, menandai tempat yang menyelamatkan. Perhatikan juga siapa yang disebut selamat, bukan dari air, melainkan dari “kaum yang zalim”. Yang ditinggalkan orang, bukan bencana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga hamd pemakaian diteruskan ('segala puji/memuji' terjemahan lain konsisten; al-hamdu = al- istighraaq dipertahankan); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).