ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ
Kemudian Kami tumbuhkan setelah mereka generasi yang lain,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْtsumma ansya'naa min ba'dihimkemudian Kami tumbuhkan setelah mereka
- قَرْنًا آخَرِينَqarnan aakhariinagenerasi yang lain
Terjemahan per kata (6 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- أَنْشَأْنَاansya'naaKami menumbuhkan
- مِنْmindari
- بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
- قَرْنًاqarnangenerasi
- آخَرِينَaakhariinayang lain
Inti bacaan
Pola berlanjut: 'Kami tumbuhkan setelah mereka generasi yang lain', siklus kehidupan dan sejarah terus berlanjut setelah satu babak besar berakhir, kehidupan tidak berhenti pada satu peristiwa tunggal.
Penjelasan pilihan kata
'Qarnan aakhariina' ('generasi yang lain', akar qrn): teks tidak menyebut nama kaum secara eksplisit; identifikasi tradisional sebagai kaum tertentu adalah tafsir, bukan pernyataan langsung ayat ini.
Tafsiran
Ayat pendek ini menjadi jembatan antara kisah Nuh dan kisah berikutnya, pola berulang yang akan terlihat lagi: kehancuran satu generasi diikuti kemunculan generasi baru, bukan akhir dari sejarah itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Struktur ini, kehancuran, lalu generasi baru muncul; akan berulang lagi setelah rangkaian ini, menandai pola siklus sejarah yang dipakai teks untuk menyampaikan argumennya, bukan catatan sejarah linear tunggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-sh-a, b-'-d, q-r-n, a-kh-r): ansha'naa diterjemahkan 'menumbuhkan (memunculkan)' (akar n-sh-'); qarn diterjemahkan 'generasi (kurun)' (akar q-r-n). gloss '(kaum Ad)' dibuang.