أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَعِظَامًا أَنَّكُمْ مُخْرَجُونَ

Adakah dia menjanjikan kepada kalian bahwa apabila telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang, kalian benar-benar akan dikeluarkan?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْa-ya'idukum annakumadakah dia menjanjikan kepada kalian bahwa kalian
  2. إِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَعِظَامًاidzaa mittum wa-kuntum turaaban wa-'izhaamanapabila telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang
  3. أَنَّكُمْ مُخْرَجُونَannakum mukhrajuunakalian benar-benar akan dikeluarkan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. أَيَعِدُكُمْa-ya'idukumapakah ia menjanjikan kalian
  2. أَنَّكُمْannakumbahwa kalian
  3. إِذَاidzaaapabila
  4. مِتُّمْmittumkalian mati
  5. وَكُنْتُمْwa-kuntumpadahal kalian adalah
  6. تُرَابًاturaabantanah
  7. وَعِظَامًاwa-'izhaamandan tulang-belulang
  8. أَنَّكُمْannakumbahwa kalian
  9. مُخْرَجُونَmukhrajuunayang dikeluarkan

Inti bacaan

Ejekan terhadap konsep kebangkitan: 'apabila telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang, kalian benar-benar akan dikeluarkan?', keraguan yang berulang muncul di berbagai kisah, menunjukkan bahwa ini adalah tantangan universal terhadap keyakinan akan akhirat.

Penjelasan pilihan kata

'Turaaban wa-izhaaman' ('tanah dan tulang belulang', akar EZm): di sini akar zhm dipakai dalam makna konkretnya sebagai 'tulang', berbeda dari makna gelar 'agung' yang dipakai untuk sifat-sifat di ayat lain; kedua makna berbagi akar yang sama namun facet berbeda. 'Mukhrajuuna' ('akan dikeluarkan', akar xrj) tidak menyebutkan secara eksplisit 'dari kubur': kejelasannya dibiarkan tersirat dari konteks kebangkitan tanpa disisipkan ke terjemahan.

Tafsiran

Pertanyaan retoris ini adalah bentuk ejekan terhadap gagasan kebangkitan, dianggap mustahil secara langsung dari pengamatan fisik: tubuh yang telah hancur menjadi tanah dan tulang dianggap tak mungkin kembali.

Renungan dan Hikmah

  • Keraguan terhadap kebangkitan berdasarkan pembusukan fisik tubuh adalah tantangan yang akan muncul lagi di berbagai tempat lain, bukan keberatan unik kaum ini, melainkan pola argumen yang berulang lintas kisah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.