فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاءً ۚ فَبُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Maka suara menggelegar menyambar mereka dengan benar, lalu Kami jadikan mereka sampah yang hanyut. Maka kebinasaanlah bagi kaum yang zalim.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّfa-akhadzat-humu sh-shayhatu bi-l-haqqimaka suara menggelegar menyambar mereka dengan benar
  2. فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاءًfa-ja'alnaahum ghutsaa'anlalu Kami jadikan mereka sampah yang hanyut
  3. فَبُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَfa-bu'dan li-l-qawmi zh-zhaalimiinamaka kebinasaanlah bagi kaum yang zalim

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَأَخَذَتْهُمُfa-akhadzat-humumaka menimpa mereka
  2. الصَّيْحَةُsh-shayhatusuara keras
  3. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  4. فَجَعَلْنَاهُمْfa-ja'alnaahummaka Kami menjadikan mereka
  5. غُثَاءًghutsaa'ansampah
  6. فَبُعْدًاfa-bu'danmaka kebinasaan
  7. لِلْقَوْمِli-l-qawmibagi kaum
  8. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Konsekuensi cepat dan dramatis: 'suara menggelegar menyambar mereka. Kami jadikan mereka bagai sampah yang hanyut', pembalikan drastis dari kesombongan menuju kehancuran total dalam waktu singkat.

Penjelasan pilihan kata

'Sayhatu' ('suara menggelegar', akar SyH): bentuk kehancuran yang berbeda dari banjir yang menimpa kaum Nuh (23:27), menandai bahwa setiap generasi dihukum dengan cara yang sesuai konteksnya, bukan pola tunggal yang berulang identik. 'Ghutsaa'an' ('sampah yang hanyut', akar gvw) diterjemahkan tanpa kata pembanding 'bagai/seperti': ja'alnaahum ghutsaa'an secara gramatikal adalah pernyataan langsung (Kami menjadikan mereka sampah), bukan perumpamaan.

Tafsiran

Ayat penutup rangkaian ini menggambarkan kehancuran yang cepat dan total, jenis bencana berbeda dari kisah Nuh sebelumnya: variasi bentuk hukuman ini menegaskan bahwa pola dasarnya (penolakan lalu konsekuensi) tetap sama meski wujud konkretnya berbeda-beda.

Renungan dan Hikmah

  • Bentuk kehancuran di sini (suara menggelegar) berbeda dari banjir yang menimpa kaum Nuh, variasi ini menunjukkan bahwa pola dasar 'penolakan-lalu-konsekuensi' tidak terikat pada satu wujud bencana tunggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, s-y-h, h-q-q, j-'-l, gh-ts-w, b-'-d, q-w-m, zh-l-m): sayhah diterjemahkan 'suara menggelegar' (akar s-y-h); bi-l-haqq diterjemahkan 'dengan benar' (akar h-q-q); ghuthaa' diterjemahkan 'sampah hanyut (buih)' (akar gh-ts-w); bu'dan diterjemahkan 'kebinasaan (kejauhan)' (akar b-'-d). gloss '(seperti)/(dihanyutkan banjir)' + footnote dibuang.