ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قُرُونًا آخَرِينَ

Kemudian Kami tumbuhkan setelah mereka generasi-generasi yang lain.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْtsumma ansya'naa min ba'dihimkemudian Kami tumbuhkan setelah mereka
  2. قُرُونًا آخَرِينَquruunan aakhariinagenerasi-generasi yang lain

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. أَنْشَأْنَاansya'naaKami menumbuhkan
  3. مِنْmindari
  4. بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
  5. قُرُونًاquruunangenerasi-generasi
  6. آخَرِينَaakhariinayang lain

Inti bacaan

Pola berlanjut lagi: generasi baru muncul setelah kehancuran sebelumnya, siklus sejarah terus berputar, kehidupan dan pembelajaran tidak berhenti pada satu generasi.

Penjelasan pilihan kata

'Quruunan' ('generasi-generasi', bentuk jamak, akar qrn): berbeda dari bentuk tunggal 'qarnan' di 23:31, menandai peralihan dari satu generasi tunggal ke banyak generasi berturut-turut yang akan diringkas di ayat berikutnya.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari pola bercerita rinci (Nuh, lalu generasi sesudahnya) ke ringkasan umum: banyak generasi disebut sekaligus, mempercepat alur menuju kisah Musa yang akan diceritakan lebih rinci lagi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata menumbuhkan untuk generasi. Seperti tanaman. Manusia disebut tumbuh, bukan lahir.
  • Bentuknya jamak: generasi-generasi. Bukan satu. Yang diringkas banyak, dan keringkasannya sendiri jadi keterangan.
  • Allah menaruh satu kalimat untuk masa yang panjang. Sesudah kisah Nuh yang panjang. Yang dipercepat justru bagian yang polanya sudah dikenal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-sh-a, b-'-d, q-r-n, a-kh-r): ansha'naa diterjemahkan 'menumbuhkan' (akar n-sh-'); quruun diterjemahkan 'generasi-generasi' (akar q-r-n). Selaras.