ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰ ۖ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ

Kemudian Kami utus rasul-rasul Kami secara berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya. Maka Kami susulkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain, dan Kami jadikan mereka tuturan. Maka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰtsumma arsalnaa rusulanaa tatraakemudian Kami utus rasul-rasul Kami secara berturut-turut
  2. كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُkulla maa jaa'a ummatan rasuuluhaa kadzdzabuuhusetiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya
  3. فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًاfa-atba'naa ba'dhahum ba'dhanmaka Kami susulkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain
  4. وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَwa-ja'alnaahum ahaadiitsadan Kami jadikan mereka tuturan
  5. فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَfa-bu'dan li-qawmin laa yu'minuunamaka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. رُسُلَنَاrusulanaarasul-rasul Kami
  4. تَتْرَىٰtatraaberturut-turut
  5. كُلَّkullasetiap
  6. مَاmaakali
  7. جَاءَjaa'adatang
  8. أُمَّةًummatanumat
  9. رَسُولُهَاrasuuluhaarasulnya
  10. كَذَّبُوهُkadzdzabuuhumereka mendustakannya
  11. فَأَتْبَعْنَاfa-atba'naamaka Kami mengiringi
  12. بَعْضَهُمْba'dhahumsebagian mereka
  13. بَعْضًاba'dhansebagian
  14. وَجَعَلْنَاهُمْwa-ja'alnaahumdan Kami menjadikan mereka
  15. أَحَادِيثَahaadiitsabuah tutur
  16. فَبُعْدًاfa-bu'danmaka kebinasaan
  17. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  18. لَاlaatidak
  19. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Rangkaian rasul yang berturutan menghadapi pola yang sama: 'Setiap datang rasul, umat mereka dustainya', pengulangan yang konsisten menegaskan bahwa penolakan bukan pengecualian, melainkan tantangan yang hampir selalu dihadapi setiap pembawa kebenaran.

Penjelasan pilihan kata

'Ahaadiitsa' ('tuturan', akar Hdv): konvensi terkunci proyek ini tetap 'tuturan', bukan 'hadits' (konsisten dengan 12:6, 18:6, 20:9). Facet maknanya di sini sedikit berbeda dari kemunculan lain: bukan 'narasi yang disampaikan', melainkan 'kisah yang tersisa dari mereka', umat yang binasa berubah menjadi tuturan bagi generasi berikutnya, facet yang tetap tertampung dalam kata dasar yang sama tanpa perlu kata terpisah.

Tafsiran

Ayat ini meringkas pola yang sudah terlihat dua kali di kisah-kisah sebelumnya (Nuh, lalu generasi sesudahnya) menjadi pernyataan umum: rasul demi rasul diutus, dan penolakan demi penolakan terjadi hampir tanpa kecuali. Umat-umat yang binasa itu sendiri berubah menjadi tuturan: kisah yang diceritakan kembali sebagai peringatan bagi generasi sesudahnya, termasuk pendengar ayat ini sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini secara eksplisit mengaitkan nasib umat-umat yang binasa dengan fungsi mereka sebagai tuturan bagi generasi berikutnya, kisah Nuh dan generasi sesudahnya yang baru saja diceritakan dalam surah ini sendiri adalah contoh langsung dari pola yang disebutkan di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ahaadiith diterjemahkan 'hadits' (jamak) di sini BERBEDA sense dari kelompok-utama: bukan 'Qur'an menamai dirinya', tapi 'Kami jadikan mereka hadits' = jadi BUAH-TUTUR/CERITA-PERINGATAN bagi generasi berikutnya (band. dossier: 23:44 & 34:19 dicatat eksplisit sbg sense 'buah tutur', bukan sense-penamaan-diri). Mempertahankan 'hadits' (bukan 'legends'/'bahan pembicaraan' terjemahan lain) tetap konsisten prinsip transliterasi-sengaja akar ini, tapi SENSE-nya beda dari 39:23 dst, dicatat eksplisit spy pembaca tak menyamakan keduanya. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk Allaah (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.