ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَارُونَ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ

Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya, Harun, dengan tanda-tanda Kami dan keterangan yang nyata,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَارُونَtsumma arsalnaa muusaa wa-akhaahu haaruunakemudian Kami utus Musa dan saudaranya, Harun
  2. بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍbi-aayaatinaa wa-sulthaanin mubiinindengan tanda-tanda Kami dan keterangan yang nyata

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. مُوسَىٰmuusaaMusa
  4. وَأَخَاهُwa-akhaahudan saudaranya
  5. هَارُونَhaaruunaHarun
  6. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  7. وَسُلْطَانٍwa-sulthaanindan keterangan
  8. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Musa dan Harun diutus bersama 'dengan membawa tanda-tanda. dan bukti yang nyata', kolaborasi dua bersaudara dengan bukti yang kuat, persiapan matang untuk misi yang menantang.

Penjelasan pilihan kata

'Aayaatinaa' ('tanda-tanda Kami', akar Ayy) dipertahankan konsisten sebagai 'tanda' tanpa pengecualian. 'Sultaanin mubiinin' ('keterangan yang nyata', akar slT) diterjemahkan 'keterangan', konsisten dengan facet yang sudah dipakai di 22:71, bukan 'bukti' atau 'wewenang'.

Tafsiran

Pengutusan Musa disertai dua bersaudara (Musa dan Harun bersama-sama, berbeda dari kisah Nuh atau rasul sebelumnya yang diutus sendirian), dibekali tanda dan keterangan yang jelas sebelum menghadapi kekuasaan besar Firaun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengutus Musa dan Harun bersama. Bukan sendiri-sendiri. Tugas yang paling berat diberikan kepada dua orang, dan itu atas permintaan salah satunya.
  • Bekal yang Dia sebut dua: tanda-tanda dan keterangan yang nyata. Yang dilihat dan yang dipahami. Keduanya diberikan, bukan salah satu.
  • Allah menyebut Harun sebagai saudaranya. Hubungannya disebutkan. Yang menemani dalam tugas seberat itu bukan orang asing.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.