إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ

kepada Firaun dan para pemukanya. Maka mereka menyombongkan diri, dan mereka adalah kaum yang meninggikan diri.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِilaa fir'awna wa-mala'ihikepada Firaun dan para pemukanya
  2. فَاسْتَكْبَرُواfa-stakbaruumaka mereka menyombongkan diri
  3. وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَwa-kaanuu qawman 'aaliinadan mereka adalah kaum yang meninggikan diri

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. إِلَىٰilaakepada
  2. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  3. وَمَلَئِهِwa-mala'ihidan para pemukanya
  4. فَاسْتَكْبَرُواfa-stakbaruumaka mereka menyombongkan diri
  5. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  6. قَوْمًاqawmankaum
  7. عَالِينَ'aaliinaorang-orang yang sombong

Inti bacaan

Respons Firaun dan pemukanya: 'angkuh dan sejak dahulu mereka adalah kaum yang sombong', kesombongan bukan reaksi baru terhadap Musa, melainkan sifat yang sudah mengakar sebelumnya, menjelaskan pola penolakan yang konsisten.

Penjelasan pilihan kata

Dua akar berbeda dipertahankan terpisah: 'istakbaruu' ('menyombongkan diri', akar kbr, bentuk kesepuluh) dan 'qawman aaliina' ('kaum yang meninggikan diri', akar Elw, partisip aktif), meski sering disamakan 'angkuh/sombong' di terjemahan lain, keduanya akar berbeda dan diterjemahkan dengan kata berbeda, konsisten dengan disiplin satu-akar-satu-kata di seluruh teks ini.

Tafsiran

Respons Firaun dan pemukanya digambarkan dengan dua kata yang saling menguatkan tapi berasal dari akar berbeda, bukan sekadar pengulangan gaya, melainkan penekanan ganda atas watak yang sudah mengakar sebelum Musa datang, bukan reaksi baru terhadap seruannya.

Renungan dan Hikmah

  • Dua kata berbeda akar namun searah makna (menyombongkan diri, meninggikan diri) dipakai berdampingan untuk kaum Firaun, penekanan berlapis yang menandai watak yang sudah mengakar, bukan tergesa-gesa disamakan menjadi satu kata saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.