فَقَالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَ
Maka mereka berkata, "Apakah kami akan percaya kepada dua manusia seperti kami, padahal kaum keduanya menghamba kepada kami?"
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَقَالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَاfa-qaaluu a-nu'minu li-basyarayni mitslinaamaka mereka berkata, apakah kami akan percaya kepada dua manusia seperti kami
- وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَwa-qawmuhumaa lanaa 'aabiduunapadahal kaum keduanya menghamba kepada kami
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَقَالُواfa-qaaluulalu mereka berkata
- أَنُؤْمِنُa-nu'minuapakah kami akan beriman
- لِبَشَرَيْنِli-basyaraynikepada dua manusia
- مِثْلِنَاmitslinaaseperti kami
- وَقَوْمُهُمَاwa-qawmuhumaadan kaum keduanya
- لَنَاlanaabagi kami
- عَابِدُونَ'aabiduunapengabdi
Inti bacaan
Alasan penolakan yang terungkap: 'Apakah kami akan percaya kepada dua manusia seperti kami, padahal kaum keduanya menghamba kepada kami?', hierarki sosial dan status dipakai sebagai alasan menolak kebenaran, mengutamakan struktur kekuasaan yang ada di atas substansi pesan.
Penjelasan pilihan kata
'Basharayni mitslinaa' ('dua manusia seperti kami', akar b$r) mengulang lagi argumen penolakan yang sama: kini dalam bentuk dual (dua orang), berbeda gramatikal dari bentuk tunggal di 23:24/23:33 tapi akar dan pola argumen yang sama persis. 'Aabiduuna' ('menghamba', akar Ebd: akar yang sama dipakai untuk 'menyembah Allah' di seruan-seruan rasul sebelumnya) di sini dipakai untuk penghambaan manusia-kepada-manusia, menyingkap bahwa makna dasar akar ini adalah kepatuhan/ketundukan total, tidak eksklusif untuk konteks ketuhanan.
Tafsiran
Argumen penolakan di sini menambahkan lapisan baru: bukan hanya keberatan 'hanya manusia biasa', tetapi hierarki sosial terbalik, bagaimana mungkin mempercayai dua orang yang kaumnya sendiri berada dalam posisi menghamba kepada kami? Status sosial dipakai sebagai penentu kebenaran, bukan substansi pesan yang disampaikan.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang sama untuk 'menghamba/menyembah' yang biasa dipakai dalam konteks ketuhanan di sini muncul untuk penghambaan manusia-kepada-manusia, sebuah pengingat bahwa akar makna kata ini adalah ketundukan total, dan pertanyaannya selalu kepada siapa ketundukan itu diarahkan, bukan apakah kata itu sendiri eksklusif untuk Allah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-m-n, b-sh-r, m-ts-l, q-w-m, '-b-d): basharayn mithlinaa diterjemahkan 'dua manusia seperti kami' (akar b-sh-r, keberatan 'hanya-manusia', kini utk Musa & Harun); qawmuhumaa lanaa aabiduun diterjemahkan 'kaum keduanya menghamba kepada kami' (akar '-b-d dipakai utk perbudakan-kepada-MANUSIA; kaum Firaun anggap Bani Israil hamba mereka, menyingkap inti abada = kepatuhan/perbudakan total). gloss '(pantas)/(Bani Israil)' dibuang.