فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا مِنَ الْمُهْلَكِينَ
Maka mereka mendustakan keduanya, lalu mereka termasuk orang-orang yang dibinasakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَكَذَّبُوهُمَاfa-kadzdzabuuhumaamaka mereka mendustakan keduanya
- فَكَانُوا مِنَ الْمُهْلَكِينَfa-kaanuu mina l-muhlakiinalalu mereka termasuk orang-orang yang dibinasakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَكَذَّبُوهُمَاfa-kadzdzabuuhumaalalu mereka mendustakan keduanya
- فَكَانُواfa-kaanuumaka mereka menjadi
- مِنَminadari
- الْمُهْلَكِينَl-muhlakiinaorang-orang yang dibinasakan
Inti bacaan
Konsekuensi tegas: 'mereka mendustakan keduanya, lalu mereka termasuk orang-orang yang dibinasakan', pola yang sama berulang, penolakan konsisten berujung pada konsekuensi yang konsisten pula.
Penjelasan pilihan kata
Ayat singkat ini menutup babak Firaun dengan pola yang sama seperti kisah-kisah sebelumnya: penolakan diikuti konsekuensi, tanpa detail proses kehancuran (berbeda dari 23:41 yang merinci 'suara menggelegar').
Tafsiran
Kisah Firaun diringkas jauh lebih singkat dibanding kisah Nuh dan generasi sesudahnya sebelumnya dalam surah ini: pola dasarnya sudah cukup dikenal pembaca pada titik ini, sehingga rincian tambahan tak lagi diperlukan.
Renungan dan Hikmah
- Allah meringkas seluruh kisah Firaun jadi satu kalimat. Sesudah kisah-kisah panjang sebelumnya. Polanya sudah dikenal, jadi rinciannya tak diulang.
- Yang disebut mendustakan keduanya. Musa dan Harun sekaligus. Yang berdiri di belakang pun dihitung sebagai yang didustakan.
- Allah tak menyebutkan cara kebinasaannya. Berbeda dari kisah sebelumnya. Yang dihilangkan justru bagian yang biasanya paling ramai diceritakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, k-w-n, h-l-k): kadhdhabuuhumaa diterjemahkan 'mendustakan keduanya' (akar k-dz-b); muhlakiin diterjemahkan 'yang dibinasakan' (akar h-l-k). Selaras.